Habib Jindan: Dakwah Damai Rasulullah Bukan dengan Caci Maki

habib jindan

Seharusnya kita mencontoh Rasulullah SAW dalam berdakwah. Jangan menggunakan cara kekerasan apalagi caci maki dalam mengajak umat kepada kebaikan.

Hal itu dikemukakan oleh Habib Jindan bin Novel bin Salim bin Jindan dalam acara Refleksi Dakwah 2020 yang diselenggarakan Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LD PBNU) di Gedung PBNU lt 8, Rabu (26/12/20).

Menurutnya kita harus meniru metode dakwah yang dilakukan Nabi “Beliau metode dakwah yang santun, seperti yang dibawa oleh para wali, sebab sanadnya bersambung ke atas sampai ke Rasulullah SAW. Untung Indonesia kenal dakwah Islam dari Wali Songo. Untung Wali Songo datang duluan ke Indonesia, kalau kita yang datang duluan, gak ada yang mau masuk Islam,” katanya dengan tersenyum.

Ditambahkan oleh Habib Jindan bahwa metode dakwah apa saja boleh. Namun yang paling penting  metode tersebut dihalalkan oleh syariat. Menurutnya sungguh picik orang yang menganggap surga dengan membunuh sesama muslim. “Sungguh picik orang yang menganggap surga dengan menginjak-injak bangkai manusia,” tutur Habib Jindan.

Habib Jindan kemudian menceritakan bahwa Rasulullah SAW tidak pernah menggunakan cara kekerasan dalam berdakwah. Diceritakan bahwa ketika perang Uhud banyak sahabat yang gugur. Rasulullah SAW, sendiri terluka.

Kemudian oleh para sahabat yang masih hidup, Nabi SAW diminta untuk melaknatnya, namun Nabi berkata, ‘Aku diutus bukan menjadi tukang laknat dan tukang caci maki, Aku diutus untuk membawa rahmat’.

Kemudian Habib Jindan juga mencontohkan metode Al-Hasan bin Ali bin Abi Thalib atau metodenya ahlul bait yaitu tidak dengan mencaci maki.   Metode yang diterapkan para leluhur Hasan bin Ali ini diwariskan turun temurun kepada Imam Ali Zainal Abidin.

Selain itu adalah dakwah yang dilakukan Wali Songo dengan ajaran kebaikan yang disebarkan secara damai, tanpa senjata dan kekerasan. Menurutnya instrumen penting dakwah Wali Songo dalam berdakwah adalah akhlak, ilmu, istiqomah, tawadhu, amanat, kejujuran, kesantunan dalam berucap, dan kesantunan dalam bersikap.

“Tidak ada yang orang yang lebih tegas melebihi Wali Songo, tidak ada orang yang paling berpegang teguh pada ajaran Islam melebihi Wali Songo, tidak ada orang yang ahli dakwah melebihi mereka, tidak ada yang dakwah dengan amar ma’ruf melebihi mereka, dan tidak ada yang berjihad layaknya mereka”, ujarnya mengingat dakwah Wali Songo.

Baginya para Wali Songo telah menunjukkan bahwa dakwahnya yang damai menjadi kunci sukses Islam di Indonesia.

2 Responses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bagikan:

Artikel Lain