Harun Yahya Divonis 1.075 Tahun

harun yahya

Harun Yahya divonis 1.075 tahun penjara. Vonis itu dikeluarkan oleh pengadilan Turki Senin (11/1/2001). Ia dinyatakan bersalah atas perbuatannya. Penulis buku-buku sains dan Islam ini dituduh melakukan berbagai kejahatan mulai dari kejahatan seksual hingga mata-mata Israel. Pengadilan Turki menyebut organisasinya sebagai sebagai organisasi kriminal.

Pengadilan terhadap Harun Yahya digelar sejak September 2019. Ia ditangkap oleh polisi Turki di Istanbul bersama 235 pengikutnya pada 2018 lalu. Saat penangkapannya ia dituduh mendirikan kelompok penjahat, melakukan penipuan, dan tindak pelecehan seksual.

Menurut stasiun televisi NTV, kejahatan yang dituduhkan ke Oktar mencakup serangan seksual, pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur, penipuan, dan upaya melakukan mata-mata politik dan militer.

Harun Yahya adalah nama samaran dari Adnan Oktar, alias Adnan Hoca. Buku-bukunya biasanya bertema tentang dunia sains. Salah satunya adalah menyerang teori evolusi Charles Darwin.  Dalam wawancara dengan BBC, Oktar mengatakan teori Darwin adalah sumber inspirasi utama para teroris era modern.

“Hitler, Mussolini, Stalin dan banyak teroris terkenal lainnya dengan jelas mengatakan bahwa pemikiran mereka dipengaruhi oleh Darwin… tanpa Darwin tidak akan ada terorisme,” tegasnya seperti dilansir aman bbc.com.

Pada tahun 1980-an mendirikan Oktar yang dikenal sebagai figur flamboyan ini mendirikan organisasi Islam. Ia juga sering menggelar buka puasa bersama di bulan Ramadan di hotel eksklusif di Istanbul. Kemudian juga meluncurkan saluran TV yang digunakan sebagai medium untuk menyebarkan keyakinan dan intepretasinya atas Islam.

Perilakunya dianggap kontroversial. Diketahui ia suka bergaya hidup mewah. Hal ini terlihat dari unggahan di media sosial miliknya. Ia tinggal di sebuah vila mewah dan sering berfoto dengan perempuan berbusana minim.

Meski anti Yahudi, pada 2017, Oktar mengirim delegasi untuk mengunjungi parlemen Israel. Delegasinya bertemu dengan para pejabat senior. Bahkan  bertemu langsung kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Kini Harun Yahya divonis 1.075 dengan berbagai jejak kontroversialnya. Lelaki kelahiran Ankara, Turki pada 2 Februari 1956 ini tinggal menikmati masa akhirnya di dalam penjara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bagikan:

Artikel Lain