Gelar Doktor HC Untuk KH. Afifuddin Muhajir

K.H.-Afifuddin-Muhajir

Gelar doktor HC untuk KH Afifuddin Muhadjir diberikan UIN Walisongo , Semarang. Ketua MUI Bidang Fatwa Maudhuiyah dan Metodologi menerima Doktor Honoris Causa (Kehormatan) Bidang Ushul Fiqih karena dedikasinya dalam ilmu fikih di Indonesia.


“Penganugerahan gelar doktor honoris causa ini merupakan wujud komitmen UIN Walisongo Semarang dalam memberikan apresiasi kepada putera puteri terbaik bangsa yang telah benar-benar berkontribusi bagi kemajuan bangsa Indonesia secara menyeluruh baik dalam tataran teoritis maupun praktis,” papar Rektor UIN Semarang, Imam Taufiq, Rabu (20/01) di Semarang seperti dikutip laman mui.or.id.

Gelar doktor HC KH Afifuddin Muhajir ini melalui pertimbangan yang matang. Ada proses seleksi dan uji akademik secara serius. “Maka menjadi kehormatan bagi UIN Walisongo Semarang, khususnya Fakultas Syariah dan Hukum. Kami sungguh mendapatkan model fikih yang responsif terhadap problematika masyarakat kontemporer, yang tidak hanya terbatas pada persoalan ibadah, akan tetapi menjangkau bidang sosial dan politik, khususnya terkait relasi agama dan negara,” imbuhnya.

Menurutnya, tidak ada yang meragukan kapasitas Kiai Afifuddin Muhajir. Pengasuh Salafiyah Syafiiyah Sukorejo dikenal sebagai ulama, dosen, akademisi dan Rais Syuriah PBNU. Disamping itu Kiai Afifuffin juga memiliki dedikasi tinggi dalam membumikan pemikiran Islam khususnya di bidang hukum Islam secara dinamis dan terbuka.

Dalam kesempatan tersebut Kiai Afifuddin menyampaikan makalah berbahasa Arab yang berjudul berjudul Al Jumhuriyatul Indonesiyah al muwahhadah fi mizanis syariati Dirasatun an banjasila fi dhuin nushushi wal maqashid,.

Dalam makala ini menyampaikan tentang fokus kajian ushul fiqihnya selama ini yaitu tentang Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan Pancasila sebagai dasar dalam neraca atau pandagan teks syariah dan tujuan syariah.

KH Afifudin menyebut bahwa Pancasila sebagai dasar negara sah menurut pandangan syariat Islam. Sebagai dasar negara, Pancasila juga bukan penghalang terhadap penerapan syariat Islam di Indonesia. Beliau juga menyampaikan bahwa sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa ternyata memiliki arti yang lebih dalam daripada sila pertama yang termuat pada piagam Jakarta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bagikan:

Artikel Lain

lailatul qodar

Empat Tanda Lailatul Qodar

Malam lailatul qodar adalah malam yang ditunggu kaum muslimin saat bulan Ramadhan tiba. Banyak keutamaan di malam mulia tersebut. Diantara keutamaan adalah diampuni dosanya yang