Kemenag Akan Kembangkan Ekonomi Pesantren Berbasis Digital

santri

Pemerintah melalui Kementerian Agama akan melakukan pengembangan ekonomi pesantren berbasis digital. Hal ini dilakukan dalam rangka penguatan kemandirian ekonomi pesantren.


Hal itu dikatakan oleh direktur Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Waryono Abdul Ghofur saat menjajaki kerja sama dengan sejumlah pihak untuk mengembangkan ekonomi pesantren berbasis digital. “Ini merupakan konsolidasi dalam rangka menguatkan ekonomi pesantren berbasis digital,” ungkap Waryono.


Menurut Waryono dalam penjajakan ini menyepakati sejumlah poin yang akan dituangkan dalam nota kesepahaman. Ada sejumlah ketentuan yang disepakati dan perpangkal pada usaha untuk mengefektifkan tata kelola data untuk penguatan kemandirian ekonomi pesantren.

“Data akan menjadi basis awal dalam membranding pesantren, bukan hanya sebagai lembaga pendidikan tapi juga lembaga pemberdayaan masyarakat. Hal itu diharapkan akan mempermudah para pihak, termasuk kementerian dan lembaga negara atau K/L untuk menggandeng pesantren dalam penguatan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat,” tuturnya.


Adapun sinergi adalah akan memberi ruang pembelajaran keterampilan berusaha bagi para santri sehingga mereka bisa mendapat pengalaman belajar lebih banyak, selain pendidikan keagamaan.

Waryono menambahkan, sejumlah kesepakatan yang dihasilkan akan dirumuskan untuk dituangkan dalam nota kesepahaman. “Semoga MoU antara para pihak bisa segera ditandatangani untuk ditindaklanjuti,” tandasnya.


Hadir dalam pertemuan tersebut antara lain perwakilan dari Dompet Dhuafa dan Infra Digital Nusantara dan kesan.id. “Kami tengah menjajaki kerja sama untuk mengembangkan ekonomi pesantren,” terang Waryono seperti dikutip dari laman kemenag.go.id.


Laman katadata.co.id menyebutkan bahwa Kementerian Agama mencatat ada 26.973 pondok pesantren yang tersebar di seluruh provinsi di Indonesia. Jawa Barat memiliki jumlah pesantren yang paling banyak, yakni 8.343 pondok pesantren. Lalu, diikuti oleh Banten, Jawa Timur, dan Jawa Tengah di kisaran 3-4 ribu pondok pesantren.


Aceh memiliki 1.177 pondok pesantren, sementara Nusa Tenggara Barat dan Lampung sekitar 600 pesantren. Selanjutnya, ada setidaknya 300 pesantren masing-masing di DI Yogyakarta dan Sumatera Selatan. Adapun Papua Barat dan Maluku punya kurang dari 20 pondok pesantren di wilayahnya, menjadi yang paling sedikit di Indonesia.

1 thought on “Kemenag Akan Kembangkan Ekonomi Pesantren Berbasis Digital”

  1. Pingback: Pondok Pesantren Mempunyai Tiga Potensi untuk Mewujudkan Kemandirian Ekonomi • Pitutur ID

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bagikan:

Artikel Lain