Masjid Bersejarah Didorong Menjadi Destinasi Wisata Religi

sandiaga

Pemerintah mendorong masjid-masjid bersejarah di Indonesia untuk dijadikan sebagai destinasi wisata religi. Hal itu diungkapkan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI Sandiaga Salahuddin Uno pada webinar yang bertajuk Masjid Sebagai Basis Pemberdayaan Ekonomi Umat.


“Sejarah mencatat hadirnya kota-kota yang ada di Indonesia menjadikan masjid sebagai komponen pembentuk peradaban, ditandai adanya masjid-masjid bersejarah di Indonesia, salah satunya Masjid Saka Tunggal di Banyumas,” kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI Sandiaga Salahuddin seperti dilansir laman antaranews.


Sandiaga menambahkan bahwa selama masjid hanya menjadi tempat ibadah, namun seiring dengan perkembangan dan potensinya maka menjadi wajar untuk kemudian dijadikan sebagai daya tarik wisata. “Program yang dapat dikembangkan adalah wisata sejarah, wisata religi. Saya ingin mendukung wisata religi sebagai bagian dari ‘heritage tourism’, seperti Masjid Agung Demak, Masjid Agung Banten yang merupakan salah satu masjid tertua di Indonesia,” tuturnya.


Sandiaga juga meminta seluruh pihak untuk ikut berinovasi, beradaptasi, dan berkolaborasi untuk menjadikan masjid sebagai daya tarik wisata ekonomi kreatif.


Dalam kesempatan tersebut Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen mengatakan , unsur kehalalan terkait kegiatan wisata di antaranya kebutuhan pariwisata yang menggunakan material yang halal dan baik, di antaranya ada fasilitas tempat ibadah dan ruang privasi untuk ibu menyusui. “Fasilitas ini disediakan seperti di hotel atau penginapan, rumah makan. Dengan demikian, fasilitas seperti ini bisa dirasakan oleh masyarakat atau wisatawan Muslim. Selain itu, fasilitas yang sama juga bisa dirasakan oleh wisatawan dari penyandang disabilitas,” katanya.

Taj Yasin juga mengakui potensi masjid bersejarah sebagai wisata religi belum digarap maksimal khususnya oleh masjid-masjid yang ada di Jawa Tengah. “Kita masih punya PR besar, yang mana masjid yang ada di Jawa Tengah dan Yogyakarta belum mampu menarik daya tarik wisatawan. Oleh karena itu, perlu dikenalkan kepada masyarakat khususnya wisatawan. Nanti Jawa Tengah dan DIY ketika tol sudah tersambung maka otomatis wisatawan mancanegara akan datang ke Semarang sehingga ini jadi kesempatan kita untuk mengenalkan,” katanya.


Untuk itu Taj Yasin meminta pengelola masjid menyiapkan dari awal, salah satu upayanya meningkatkan lembaga pariwisata agar terkoneksi dengan tempat wisata lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bagikan:

Artikel Lain

lailatul qodar

Empat Tanda Lailatul Qodar

Malam lailatul qodar adalah malam yang ditunggu kaum muslimin saat bulan Ramadhan tiba. Banyak keutamaan di malam mulia tersebut. Diantara keutamaan adalah diampuni dosanya yang