Kesehatan Mendapat Porsi Banyak dalam Tujuan Syariat Islam

Syariat Islam memberikan posisi lebih tentang pentingnya menjaga kesehatan. Disebutkan dari lima maqoshid syariah atau tujuan syariat tiga di antaranya berkaitan dengan kesehatan yaitu yaitu hifdzun nafs (menjaga diri), hifdzun nasl (menjaga keturunan), dan hifdzul aql (menjaga akal).


Hal itu dikemukakan oleh Ketua Komisi Fatwa MUI Jawa timur, KH Ma’ruf Khozin dalam sambutannya pada Webinar Tasyawur Ilmu dan Agama “Vaksinasi Antara Kebutuhan Medis dan Kewajiban Agama”, Senin (1/3) yang diselenggarakan secara daring.


“Islam itu mengenal dharuriyatul khams/ maqaashid syariah yaitu hifdzud din, hifdzun nafs, hifdzul maal, hifdzul a’ql, dan hifdzun nasl. Dari lima maqashid syariah ini, yang tiga ini berkaitan dengan jiwa kita, baik jiwa reproduksi keturunan dan akal, artinya porsi di dalam agama untuk menjaga diri itu lebih besar,” katanya seperti dilansir dari laman mui.or.id

Menurutnya ketika dalam tujuan syariat Islam pertentangan antara lebih mendahulukan hifdzud din dan hifdzun nafs, yang dimenangkan adalah hifdzun nafs. Hal ini terlihat dari keringan-keringan dalam ibadah karena agama memprioritaskan hifdzun nafs tadi. “Hampir dalam syariat fiqih kita, puasa itu wajib, tapi ketika sakit, Allah SWT memberikan keleluasaan untuk tidak berpuasa saat itu dan menggantinya lain waktu,” ujarnya.


Dalam acara tersebut, ketua MUI Jawa Timur mengajak tokoh agama yang tergabung di MUI terus melakukan pencerahan kepada masyarakat. Hal ini agar masyarakat termotivasi dan berpartisipasi untuk divaksinasi. Menurutnya MUI telah mengkaji kehalalan dan kesucian vaksin Covid-19 ini.


Sementara itu, Ketua Badan Kesehatan MUI Jatim, Prof dr Djoko Santoso, mengungkapkan kesuksesan vaksinasi ini akan sangat bergantung pada kerjasama dan fokus. Survei dari Kementrian Kesehatan menyebutkan bahwa ada beberapa kelompok yang menolak vaksin dengan berbagai alasan. Sebanyak 8 persen di antara mereka karena alasan agama, 13 persen karena tidak percaya vaksin itu sendiri, dan sekitar 30 persen karena alasan keamanan, serta sisanya karena alasan lain.


“Kita harus bekerjasama yang kuat dan fokus, ini satu hal yang tidak boleh tidak kita kerjasakan dalam rangka mengoalkan vaksinasi khususnya di Jawa Timur. Ketika para ilmuwan dan ahli teknologi sudah bekerja keras menghadirkan vaksin yang mestinya perlu sepuluh tahun menjadi setahun, maka harus kita upayakan peluang sedemikian baiknya dengan teamwork dan fokus,” katanya.

One Response

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bagikan:

Artikel Lain

sandal

Memakai Sandal Menurut Islam

Memakai sandal ternyata mempunyai banyak manfaat. Tidak hanya dari segi kesehatan, namun juga dari sudut agama. Islam sendiri sangat menganjurkan memakai sandal. Bahkan Rasulullah saw