Ijazah doa Kiai Miftakhul Akhyar Agar Terhidar dari Kefakiran

miftachul akhyar

Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Kiai Miftakhul Akhyar memberikan ijazah doa agar selalu diberikan untuk mengusir kefakiran. Doa ini diberikan mengingat dampak ekonomi akibat pandemi corona ini sangat dirasakan oleh masyarakat.

Hal tersebut diungkapkan Kiai Miftah saat memberikan khutbah Iftitah pada acara Tahlil Muassis dan Doa Keselamatan Bangsa dalam rangka Harlah ke-98 NU, (27/2). Adapun ijazah yang diberikan adalah membaca la haula wa la quwwata illa billah sebanyak 100 kali setiap hari. “Insyaallah kefakiran tidak akan menghampiri. Selain bacaan tersebut,” ungkap Kiai Miftah

Selain itu juga menganjurkan untuk membaca Ya Lathifu. “Saya ijazahkan pada sampean sebagai tambahan membacanya Ya lathifu, fa nya di dhommah. Karena rahasianya di dhomahnya fa ini,” jelasnya seperti dikutip dari laman dakwahnu.id.

Beliau juga mengijazahkan untuk membaca Ya Latifu sebanyak 129 kali seusai solat Maghrib dan pada saat keadaan genting. “Kalau mengalami saat-saat yang genting bisa dikalikan 129 kali. Kalau dibaca sekitar dua jam lah. Insyaallah akan hasil maksudnya,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kiai Miftahul Akhyar yang juga Ketua MUI  menyampaikan bahwa suatu peradaban bisa hancur karena sebuah kesalahan fatal. Sebagaimana Al Quran menceritakan kisah kaum Ad, kaum Samud, dan Fir’aun yang termaktub dalam Surah al-Fajr ayat 6 hingga 14.

Menurut Mereka membangun gedung-gedung tinggi, memotong batu-batu besar di lembah dan mempunyai peradaban tinggi. Namun karena mereka berbuat dzolik dan  sewenang-wenang dan berbuat kerusakan di negeri sendiri akhirnya peradaban mereka hancur

“Dzolim inilah sumber kegagalan, sumber kehancuran,” imbuh Kiai Miftah. Untuk itu lanjut Kiai Miftah, ada empat hal yang perlu diperhatikan dalam surah al-Fajr yaitu kezaliman adalah pangkal kehancuran, sewenang-wenang, al-fasad (kerusakan), dan kesombongan. “Merusak ini bukan menghancurkan bangunan, tapi mengisi kemaksiatan, memperbanyak kedurhakaan, kemungkaran, dan sebagainya,” ucap jelas Kiai Miftah.

Pada kesempatan tersebut, Kiai Miftakhul Akhyar juga mengajak kepada seluruh elemen bangsa untuk saling membantu kesulitan orang lain di masa pandemi Covid-19 ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bagikan:

Artikel Lain

sandal

Memakai Sandal Menurut Islam

Memakai sandal ternyata mempunyai banyak manfaat. Tidak hanya dari segi kesehatan, namun juga dari sudut agama. Islam sendiri sangat menganjurkan memakai sandal. Bahkan Rasulullah saw