Kisah Imam Masjid New York Tentang Perjuangannya Menjadi Muslim di Amerika

shamsi ali

Imam besar masjid New York asal Indonesia, Syamsi Ali mengisahkan perjuangannya sebagai seorang muslim di Amerika. Salah satunya saat bertemu dengan tokoh Yahudi bernama Rabbi March Schneier.

“Saat pertama kali bertemu, beliau tidak mau salaman dengan saya. Tapi saya ingat, sebagai muslim kita harus mengutamakan akhlak. Sehingga tetap bersikap santun. Setelah banyak berdialog, saya malah akhirnya menyusun buku bersama dengan Rabbi Marc,” kisah Shamsi saat bertemu dengan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas di Kantor Kementerian Agama, Jakarta

Pendiri Yayasan Nusantara (Nusantara Foundation) di Amerika mengatakan  bahwa perlu adanya kedewasaan dalam beragama. Sehingga dapat saling menerima dengan pemeluk agama lain. “Pelajaran ini saya peroleh saat berada di Amerika. Proses pendewasaan ini perlu terus dibangun. Salah satunya dengan membuka dialog lintas agama,”ungkap Imam masjid New York ini. Salah satu cara dakwahnya untuk menyebarkan Islam Rahmatan Lil ‘Alamin di Amerika, Shamsi Ali saat ini tengah membangun sebuah pesantren yang bernama Pesantren Nusantara Madani.  

Mendengar kisah Syamsi, Menag Yaqut amat terkesan. Menurutnya, kiprah Shamsi Ali di negeri Paman Sam telah menunjukkan wujud muslim Indonesia yang toleran dan ramah. Hal ini ternyata untuk menjadikannya mudah diterima di berbagai komunitas lintas agama.

Syamsi juga bercerita tentang mantan Presiden Bill Clinton yang sangat kagum dengan kementrian Agama. “Bahkan Clinton sempat menyatakan kekagumannya terhadap Kementerian Agama Republik Indonesia,” ungkap Shamsi Ali, Selasa (9/3/2021).

Peristiwa terjadi kala dirinya tengah menjadi narasumber dalam sebuah dialog antar agama di negeri Paman Sam tersebut. “Kebetulan moderatornya adalah Chelsea Clinton. Sang ayah datang untuk memberikan dukungan kepada Chelsea. Tapi kami yang ada di panggung pun tidak tahu kehadiran beliau,” kisah pria kelahiran Bulukumba, Sulawesi Selatan ini.

“Usai acara, beliau menghampiri saya dan bertanya. ‘Kamu dari Indonesia? Wah Indonesia bagus. Di sana ada Kementerian Agama yang bertugas mengurus kebutuhan kelompok agama minoritas’. Saya jelaskan, bahwa Kemenag mengurus seluruh umat beragama, bukan hanya kelompok minoritas saja,” sambungnya.  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bagikan:

Artikel Lain

nyadran

Tradisi Menyambut Ramadhan

Di Indonesia menjelang Ramadhan mempunyai banyak tradisi. Sebagai penduduk Islam yang banyak, bulan suci ini sangatlah di tunggu-tunggu. Tradisi menyambut Ramadhan bahan menjadi acara tahunan