Pemerintah Masih Menunggu Keterangan Resmi soal Haji 2021

haji

Disebutkan bahwa tahun ini ada sekitar 60 ribu jamaah diizinkan untuk menunaikan haji tahun ini. Hal ini tentu sebuah kabar yang menggembirakan. Menanggapi hal ini pemerintah Indonesia masih menunggu keterangan resmi soal haji 2021 dari pemerintah Arab Saudi.  

“Jika benar bahwa Saudi membuka pemberangkatan haji 1442 H untuk jamaah dari luar negaranya, meski kuotanya terbatas, tentu ini harus kita syukuri. Alhamdulillah, karena jamaah Indonesia juga sudah menunggu lama, apalagi tahun lalu juga tertunda,” kata Plt Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag, Khoirizi di Jakarta, Senin (24/5).

Menurut informasi yang beredan bahwa jumlah jamaah yang diperbolehkan menunaikan ibadah haji tahun ini terdiri dari 15 ribu jamaah Arab saudi dan sisanya dari luar Kerajaan Saudi. Saat ini memang kererangan resmi dari pemerintah Kerajaan Arab Saudi belum ada seperti soal vaksi, penerbangan dan lain sebagainya.

Sebelumnya nitizen di hebohkan dengan informasi yang berasal dari sebuah dokumen setebal 10 halaman yang berasal dari Kementerian Kesehatan Arab Saudi. Dalam informasu tersebut menjelaskan  panduan singkat protokol kesehatan dalam pelaksanaan ibadah haji 2021. Informasi menjadi semakin viral karena dimuat dalam laman Facebook Haramain yang merupakan situs informasi seputar Masjidil Haram dan berafiliasi dengan General Presidency of the Grand Mosque (GPH).

Saat ini pemerintah Indonesia terus berkoordinasi dengan pemerintah kerajaan Arab Saudi dan berharap mendapatkan keterangan resmi dari Khadimul Haramain. “Info resmi ini penting sebagai rujukan pemerintah dalam mengambil kebijakan serta persiapan dan mitigasi penyelenggaraan haji tahun ini,” ujarnya dikutip dari laman Kemenag.

Dalam dokumen tersebut disebutkan beberapa poin penting pelaksanaan Haji tahun 2021 di antaranya ketentuan umur dan persiapan yang harus dilakukan. “Bagi yang melaksanakan ibadah haji harus berumur antara 18-60 tahun dan harus dalam kondisi sehat,” demikian poin penting dalam dokumen tersebut sebagaimana dilansir juga oleh laman Haramain, Ahad (23/5).

Persyaratan lain yang harus dipenuhi oleh jamaah adalah tidak pernah dirawat di rumah sakit untuk sakit apapun dalam 6 bulan sebelum berangkat haji melalui tanda bukti. Jamaah juga harus sudah divaksin lengkap (2 dosis) dengan bukti kartu vaksin yang dikeluarkan negaranya masing-masing. Jenis vaksin yang digunakan juga harus ada dalam data yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan Arab Saudi. Dosis pertama vaksin harus sudah dilakukan pada 1 Syawwal 1442 H dan dosis kedua sudah dilakukan 14 hari sebelum tiba di Arab Saudi.

“Jamaah harus mengikuti karantina selama 3 hari jika berasal dari jamaah luar Arab Saudi segera setelah mereka tiba di Arab Saudi,” tulis. Tindakan pencegahan penyebaran Covid-19 dan perlindungan terhadap jamaah juga terus diperkuat oleh Arab Saudi dengan mewajibkan jaga jarak dan memakai masker selama pelaksanaan haji. Otoritas Masjidil Haram juga sudah menyiapkan berbagai hal untuk menyambut kedatangan para jamaah haji di antaranya memastikan orang yang tidak berkepentingan masuk ke Masjidil Haram.


Hanya yang memiliki izin haji resmi dan melalui sistem E-hajj yang diperbolehkan masuk. Sarana dan prasarana yang disiapkan seperti kamera thermal di pintu masuk, pengangkatan karpet di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, stiker di lantai untuk menentukan lokasi jamaah dengan jarak minimal 2 meter, pengaturan tawaf di putaran pertama untuk orang berkebutuhan khusus. Namun saat ini pemerintah masih menunggu keterangan resmi soal haji tahun 2021 dari pemerintah Arab Saudi. (sumber nu.or.id)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bagikan:

Artikel Lain