Ulama Indonesia Diajak Bergabung dalam Majma’ al Fiqih Islami

sano

Ulama Indonesia diajak bergabung dalam Majma’ al Fiqih Islami atau Komite Fikih Islam yang merupakan bagian dari Organisasi Kerjasama Islam (OKI). Ajakan tersebut didasari bahwa Indonesia mempunyai ulama-ulama besar dan mumpuni.

Hal tersebut dikatakan oleh  Sekjen Komite Fikih Islam atau Majma’ al Fiqh al Islami Organisasi Kerjasama Islam (OKI) Prof Dato Dr Koutoub Moustapha Sano bersilaturahim ke Majelis Ulama Indonesia (MUI). Menurutnya Indonesia dipandang sangat penting sebagai mitra kerjasama karena memiliki banyak ulama-ulama besar. Sampai saat ini sudah lebih 420 training yang diselenggarakan Komite Fikih Islam OKI. “Saya berharap dari sekian traning bisa dilaksanakan di Indonesia melalui nota kesepahaman,” katanya seperti dikutip laman mui.or.id.

Selanjutnya Dr Koutoub menambahkan bahwa lembaganya merupakan sebuah lembaga ilmiah bagian dari OKI yang berpusat di Jeddah. Anggotanya sendiri terdiri dari para ulama, fuqaha, pemikir dan ahli di berbagai bidang ilmu baik ilmu fiqih, budaya, pendidikan, sains, ekonomi, sosial, ilmu alam, dan ilmu terapan dari berbagai penjuru dunia.

Selanjutnya Dr. Koutoub menjelaskan bahwa tugas Komite Fikih Islam OKI tidak sekadar melakukan kajian-kajian atas permasalahan kontemporer namun juga melakukan kajian-kajian atas permasalahan ekonomi atau keuangan. Bahkan melakukan kajian atas hukum kehalalan vaksin yang saat ini beredar. Intiknya pihaknya juga menerbitkan fatwa merespons problematika di beberapa negara.

Dalam kesempatan tersebut Dr. Koutoub meminta daftar nama ulama dari MUI yang diusulkan bergabung di Komite Fikih Islam OKI atau Majma’ al Fiqih Islami ini. Untuk surat secara resmi Komite Fikih Islam OKI sudah menyampaikan kepada Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Luar Negeri menyampaikannya kepada Kementerian Agama untuk ditentukan utusan ulama Indonesia yang akan bergabung di Komite Fikih Islam OKI

Sementara itu Ketua Umum MUI KH Miftachul Akhyar mengakan bahwa pentingnya sinergitas anatara MUI dan Komite Fikih Islam. . “Saya berharap akan ada kerjasama antara MUI dan Komite Fikih Islam OKI untuk merespons berbagai problematika masa kini,” tuturnya saat memberikan sambutannya.  Menurutnya sebagai lembaga tertinggi yang menjadi representasi umat Islam di Indonesia MUI mempunyai concern terhadap problematika umat masa kini melalui penerbitan fatwa-fatwa serta sertifikat halal untuk produk pangan, kosmetik, dan obat-obatan.

One Response

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bagikan:

Artikel Lain

iblis

Dialog Sufi dan Iblis

Dikisahkan Junaid Al Bagdad, serang sufi yang masyhur ini ingin bertemu Iblis. Hingga suatu hari akhirnya berjumpalah dengan makhluk laknatullah ini. Ada dialog menarik ketika

kulit kentang

Sepuluh Manfaat Kulit Kentang

Kentang dikenal sebagai umbi-umbian yang kaya manfaat untuk tubuh. Selain menyehatkan , rasanya juga enak ketika direbus atau digoreng. Namun ternyata kulit kentang juga mempunyai