Tiga Negara Penguatan Kerjasama Ekspor Produk Halal UMK

Indonesia, Malaysia dan Thailand menjajaki penguatan kerjasama ekspor produk halal yang berasal dari usaha mikro dan menengah (UMK). Adanya kerja sama ini diharapkan dapat meluasnya jaringan market produk halal, pemanfaatan koridor ekonomi secara signifikan serta peningkatan kualitas sumber daya manusia dalam industri produk halal.

Hal itu mengemuka dalam pertemuan 1st Strategic Halal Industry Colaboration Taskforce (SHICTF) atau Pertemuan Pertama Satgas Strategis Kerja sama Industri Halal, Kamis (17/6/2021). Forum ini menjadi rangkaian dari Pertemuan IMT-GT Working Group on Halal Products and Services (WG-HAPAS) ke-15.

“Indonesia Working Group on Halal Products and Services mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada 1st Strategic Halal Industry Colaboration Taskforce untuk mendukung terwujudnya program IMT-GT, khususnya dalam mendorong industri halal di wilayah Sumatera dengan memperkuat produk halal UMK agar dapat menembus pasar ekspor regional dan internasional,” kata Subandriyah wakil oleh delegasi Indonesia yang juga pimpinan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama.

Subandriyah menambahkan bahwa Indonesia sangat mengapresiasi dan mendukung rencana penguatan kerjasama ekspor produk halal ini. Hal tersebut disebabkan sejalan dengan upaya pemerintah dalam penguatan UMK. Meluasnya jaringan market produk halal, diharapkan UMK akan mengoptimalkan pemanfaatan koridor ekonomi secara signifikan. Selain itu, UMK juga dapat meningkatkan perannya dalam membantu memudahkan banyak orang untuk mendapatkan produk halal di mana-mana.

“ Halal capacity program itu dilakukan dengan mengupayakan peningkatan pemahaman jaminan produk halal dan sistem manajemen halal bagi pelaku UMK. UMK juga akan diperkuat dalam hal kapasitas usahanya,” ungkap Subandriyah.

Adapun sinergi yang  dimaksudkan adalah peningkatan kapasitas dan kepatuhan pelaku usaha terhadap standar internasional seperti GMP dan HACCP. Selain itu juga  membantu UMK dalam penguatan pengelolaan keuangan, pengembangan produk, pengemasan hingga kemampuan dalam pemasaran produknya. Diharapkan juga program ini bisa membantu negara anggota untuk meningkatkan SDM ahli dan profesional di bidang produk halal.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bagikan:

Artikel Lain