Para Ulama Kembali kepada Rasa Tanggung Jawabnya

kiai miftah

Ketua MUI, KH Miftachul Achyar mengingatkan ulama akan rasa tanggung jawabnya. Menurutnya ada tiga tanggungjawab yang harus dilakukan ulama.

Hal itu diungkapkan Kiai Miftacul Achyar dalam Konferensi Fatwa Internasional ke-6 yang digelar Dâr Al Iftâ’ Mesir di Kairo, awal pekan ini.  “Ada tiga tanggung jawab yang layaknya dimiliki seorang ulama. Pertama adalah tanggung jawab kepada diri sendiri. Kedua, tanggung jawab kepada umat dan bangsa. Dan terakhir, tanggung jawab kepada Allah SWT. Kita perlu menghidupkan kembali mas’uliyah (rasa tanggung jawabnya) para ulama yang semakin menipis terhadap ketiga hal tersebut,” ungkapnya.  

Kiai Miftach juga mengutip sahabat Ibnu Mas’ud, yang mengatakan seandainya para ahli ilmu menjaga ilmu mereka dan meletakkannya kepada ahlinya, maka mereka akan dapat memimpin dan memandu penduduk zaman itu. Namun mereka menyerahkan ilmu itu kepada para pemilik dunia agar mereka dapat bagian dunia itu dari mereka, maka mereka telah menghinakan ahli ilmu.

Dalam paparannya mengingatkan para mufti dunia terhadap tanggung jawab mereka sebagai ulama. “Semua manusia dalam keadaan mabuk, kecuali para ulama. Dan para ulama pun dalam keadaan bingung, kecuali mereka yang mengamalkan ilmunya,” ujarnya.

Konferensi yang diadakan di Kairo Mesir ini dihadiri mufti dan delegasi lembaga fatwa dari 85 negara. Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini mendapatkan kesempatan menjadi salah satu pembicara. Acara ada beberapa pembicara antara lain Sekretaris Jenderal Darul Fatwa Australia Syekh Salim Ulwan Al-Husayni, Sekretaris Jenderal Urusan Islam Republik Ghana Syeikh Ali Jamal Banghûro, Menteri Wakaf Yaman Syekh Mohamed Ahmed Shabiba, Mufti Republik Kosovo Syekh Nuaim Trenova, Mufti Rwanda Syekh Salim Hatimana, Mufti Macedonia Syekh Syakir Fatahu, dan Mufti Estonia Syekh Ildar Hazrat Muhammedshin.

Mayoritas para panelis menyoroti ancaman terorisme dan ekstremisme yang meningkat seperti tersebarnya pendapat yang bersifat ekstrem di jagat internet.

2 Responses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bagikan:

Artikel Lain