Wow Biaya Umrah Bisa Tembus 60 Juta

umroh

Pembukaan kembali ibadah umrah oleh pemerintah Arab Saudi menjadi kabar baik bagi umat Islam. Akan tetapi persyaratan yang dikeluarkan ternyata menjadi memberatkan bagi calon jamaah terutama jamaah Indonesia. Menurut Amphuri biaya umrah yang dinilai “kurang masuk akal”.Untuk biaya umrah tahun ini angkanya bisa menembus 60 juta.

Menurut Bendahara Umum Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri), Tauhid Hamdi memperkirakan biaya umrah akan sangat mahal dengan skema yang diterapkan oleh pemerintah Arab Saudi. Hal ini berdasarkan ketentuan lamanya karantina, tes PCR, dan vaksin tambahan yang dibebankan kepada calon jamaah umrah.

“Kalau kita bicara harga, akan jadi dua kali lipat, bisa sampai Rp54-60 juta per orang, untuk selama 30 hari menyelenggarakan ibadah umrah,” kata Tauhid kepada BBC News Indonesia. Biaya ini adalah dua kali lipat dari biaya umrah sebelumnya.  

Sementara itu pemerintah Indonesia akan melobi pemerintah Arab Saudi terkait dengan persyaratan yang berlaku dalam pelaksana ibadah umroh.  Sejauh ini, Indonesia menjadi salah satu negara berstatus ditangguhkan untuk melakukan perjalanan langsung ke Arab Saudi. Hal ini salah satunya disebabkan tingginya angka kasus Covid-19.

Seperti diketahui Pemerintah Arab Saudi menerima permintaan umrah bagi seluruh dunia mulai Senin, 9 Agustus 2021.  Disebutkan bahwa salah satu syaratnya adalah jamaah harus sudah mendapat vaksin Pfizer, Moderna, AstraZeneca dan Johnson&Johnson.  Bagi jemaah yang sudah memperoleh vaksin dari China diwajibkan mendapat suntikan booster satu dosis dari Pfizer, Moderna, AstraZeneca atau Johnson&Johnson.

Selain itu harus menjalani karantina di negara ketiga selama 14 hari sebelum tiba di Arab Saudi. Menanggapi hal ini Nur Arifin , Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus, Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah mengatakan hal ini kurang masuk akal. “Umrah satu minggu, tapi karantina 14 hari. Nanti sampai sana dikarantina lagi. Nanti sepulang ke Indonesia, dikarantina lagi 8 hari. Jadi lebih banyak dikarantinanya,” jelas Nur Arifin.

Untuk itu pada Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dijadwalkan menemui pemerintah Arab Saudi untuk melakukan lobi lanjutan. “Pak Menteri kami sedang mau berangkat ke Saudi. Ini sedang persiapan,” kata Nur Arifin. Dari data yang ada di Kementerian Agama melaporkan total calon jamaah umrah Indonesia yang tertunda keberangkatannya per 28 Februari 2020 mencapai 59.757 orang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bagikan:

Artikel Lain