Gusdurian Peduli luncurkan Platform Peduli Anak Yatim

gusdurian

Jaringan Gusdurian meluncurkan platform Peduli Anak Yatim. Diharapkan platform ini menjadi ruang berbela rasa, saling mengulurkan cinta kasih kepada yang membutuhkan utamanya anak yatim.

Hal itu dikatakan oleh Koordinator Nasional Jaringan Gusdurian, Alissa Qotrunnada Munawaroh Wahid saat meresmikan platform. “Dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, kami luncurkan platform www.pedulianakyatim.id dari Jaringan Gusdurian Peduli. Semoga menjadi dukungan atau bantuan akan bisa memanfaatkan platform ini,” ucap Alissa. 

Menurut Ketua Umum Gusdurian Peduli,  A’ak Abdullah Al-Kudus bahwa awal mula platform Peduli Anak Yatim Sejak ada sejak munculnya pandemi Covid-19 sekitar Maret 2020. “Gusdurian Peduli telah aktif melakukan aksi kemanusiaan dengan menyalurkan banyak bantuan dari para donatur ke berbagai wilayah di Indonesia,” katanya

Saat sedang menyalurkan bantuan para relawan Gusdurian Peduli menemukan faktwa bahwa jumlah anak yatim bertambah di hampir semua wilayah se-Indonesia. Data Satgas Covid-19 menunjukkan sebanyak 62 ribu orang wafat karena Covid-19 yang meninggalkan anak yatim. Jumlah tersebut terus bertambah.

Selama ini Gusdurian Peduli belum melihat ada program dari pemerintah yang khusus untuk menangani anak yatim akibat Covid-19 ini.  Kenyataan ini yang membuat Gusdurian Peduli berinisiatif sejak dua bulan lalu untuk menyalurkan banyak santunan kepada anak yatim di Indonesia. Namun kebutuhan anak yatim ternyata hanya sekadar santunan semata, tetapi penghidupan jangka panjang.  “Itulah yang menginspirasi Gusdurian Peduli untuk bikin platform Peduli Anak Yatim. Jadi, anak yatim bisa mengajukan bantuan, para orang baik bisa menjadi orang tua asuh untuk menanggung biaya anak yatim, setahun, dua tahun atau terserah,” jelas Gus A’ak. 

Dalam platform Peduli Anak Yatim setidaknya empat layanan yang diberikan untuk anak yatim. Pertama, tentu saja bantuan tunai dari para donatur. Jika ada anak yatim membutuhkan dana tunai, biaya pendidikan, dan barang kebutuhan pokok maka Gusdurian Peduli akan langsung menyiapkan dan menyalurkan.  Kedua, Gusdurian Peduli telah menjalin kerja sama dengan beberapa pesantren dan sekolah berasrama. Anak-anak yatim didaftarkan melalui platform itu dan ingin melanjutkan pendidikan, bisa tinggal di pesantren atau sekolah berasrama yang menjadi mitra Gusdurian Peduli dengan biaya ditanggung 100 persen.  Ketiga, layanan hukum. Hal ini berangkat dari kasus tidak sedikit anak yatim yang ketika orang tuanya meninggal akibat Covid-19 lalu menjadi korban eksploitasi dan kekerasan. Gusdurian Peduli telah menyediakan empat pengacara yang siap mendampingi dan memberikan konsultasi hukum untuk anak-anak yatim.  Keempat, layanan konseling dari para psikolog yang menjadi mitra Gusdurian Peduli. Para psikolog ini rela menjadi relawan melalui platform Peduli Anak Yatim. Mereka juga siap mendampingi anak-anak yatim yang sedang mengalami

Acara peresmian yang diselenggarakan bersamaan Konser Amal ‘Indonesia Pulih’ yang berlangsung Selasa (08/09/2021). Acara berhasil mengumpulkan donasi Rp39.030.231 dan lima lukisan Gus Dur berhasil dilelang seharga total Rp280 juta. Para musisi dan tokoh turut hadir memeriahkan acara konser amal itu diantaranya Ny Hj Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid,Prof Quraish Shihab, dan Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ahmad Mustofa Bisri, Dewa Bujana, Armand Maulana, Trie Utami dan lain lain.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bagikan:

Artikel Lain