MUI Luncurkan Gerakan Wakaf Uang untuk Pemulihan Ekonomi

Gerakan Wakaf Uang diluncurkan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Gerakan ini adalah untuk menggerakkan dakwah dan penguatan ekonomi. Keberhasilan gerakan ini adalah dukungan penuh dan kontribusi dari masyarakat.

Ketua MUI, KH Miftachul Akhyar menuturkan, keberhasilan gerakan wakaf membutuhkan kontribusi serta dukungan penuh dari masyarakat. “(Jadi) tidak hanya bertumpu pada kuasa pemerintah, karena wakaf merupakan gerakan untuk mencapai kesejahteraan bersama,” ungkapnya dalam sambutan membuka Gerakan Wakaf Uang.

Kiai Miftach menambahkan bahwa kesadaran akan wakaf di Indonesia masih agak tertinggal. Padahal, amaliah wakaf sudah banyak dicontohkan oleh para sahabat di masa Rasulullah SAW. Salah satu contohnya adalah memberikan contoh aset wakaf yang cukup penting seperti masjid, pesantren dan madrasah.

Dia berharap, dengan adanya gerakan wakaf uang bersama Badan Wakaf Indonesia (BWI) menjadi bukti kongkrit pengabdian kepada masyarakat atas hadirnya penyuluhan mengenai wakaf.

Kiai Mifatch mengingatkan, bahwa wakaf memiliki potensi besar untuk memajukan kesejahteraan sosial di Indonesia. “Pada dasarnya, fisik uang akan sirna, tetapi manfaat dari uang yang diwakafkan tersebut akan abadi dirasakan oleh umat,” paparnya.

Saat memberikan sambutan Ketua Umum BWI Prof Dr Mohammad Nuh memberikan apresiasi dan kepada MUI atas ikhtiarnya mengajak umat untuk wakaf uang ini. Menurutnya, Islam memiliki ZISWAH. Namun, literasi masyarakat masih sangat rendah mengenai hal itu. Sehingga, perlu diingatkan. Terkait wakaf, Prof Nuh mengingatkan bahwa hal itu merupakan investasi yang semestinya dilakukan dari sekarang.

Muhammad Nuh juga persoalan potensi wakaf tidak lagi menjadi bahan perbincangan, karena sudah jelas potensinya. “Gak usah bicara lagi soal potensi, karena itu memang sangat besar. Wakaf untuk kesejahteraan, meningkatkan kualitas dakwah, dan untuk kemartabatan. Menjaga marwah dan martabat umat ini,”pungkasnya.

Sedangkan Ketua Lembaga Wakaf MUI (LW-MUI), Dr H Lukmanul Hakim mengatakan skema wakaf adalah salah satu langkah mencegah ketika terjadi krisis ekonomi atau kesenjangan ekonomi. “Wakaf aset di Indonesia sekitar 200 T, sedangkan wakaf uang sekitar 188 T .Skema wakaf ini adalah salah satu solusi dalam menyelesaikan dan mengatasi dampak pandemi covid-19,” katanya

Untuk itu ia menegaskan bahwa wakaf harus menjadi populer. “Lembaga wakaf juga mempunyai kewajiban harus bisa mengelola dan memproduktifkan dana wakaf. Sebab dana tersebut tidak boleh kurang nilainya apalagi berkurang nominalnya,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bagikan:

Artikel Lain

iblis

Dialog Sufi dan Iblis

Dikisahkan Junaid Al Bagdad, serang sufi yang masyhur ini ingin bertemu Iblis. Hingga suatu hari akhirnya berjumpalah dengan makhluk laknatullah ini. Ada dialog menarik ketika

kulit kentang

Sepuluh Manfaat Kulit Kentang

Kentang dikenal sebagai umbi-umbian yang kaya manfaat untuk tubuh. Selain menyehatkan , rasanya juga enak ketika direbus atau digoreng. Namun ternyata kulit kentang juga mempunyai