Nahdlatul Ulama gelar Munas dan Konbes di Jakarta

nu

Nahdlatul Ulama akan menggelar acara Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) di Jakarta, pada 25-26 September 2021. Saat ini persiapannya sudah dilakukan deham matang. Dalam acara tersebut beberapa kiai sepuh ain hadir.

“Alhamdulillah, hingga hari ini persiapan untuk Munas-Konbes sudah rampung semua,”ungkap Sekretariat Panitia Munas Nahdlatul Ulama, M Imdadun Rahmat. Ia menyebutkan bahwa persiapan itubahwa undangan dan materi sudah dikirimkan untuk menunjang peserta maupun teknis di lapangan.

Ia menambahkan bah saat ini panitia sudah mengirimkan undangan ke seluruh peserta, termasuk ke materi munas juga sudah mengirimkannya. Hanya saja, saat ini pihaknya masih menunggu konfirmasi kehadiran dari peserta delegasi per wilayah, untuk pembagian komisi di forum nanti. “Ya, anyway, sejauh ini semua persiapan telah diselesaikan dengan baik,”ujarnya. 

Munas dan Konbes Nahdlatul Ulama adalah dua forum yang berbeda. Forum ini digelar untuk menghasilkan keputusan-keputusan strategis dan fundamental bagi kemaslahatan umat, bagi keutuhan bangsa dan negara ini.  Munas Alim Ulama membicarakan masalah-masalah keagamaan menyangkut kehidupan umat dan bangsa. Pelaksanaannya dilakukan secara terbuka mengundang dan melibatkan para alim ulama, pengasuh pondok pesantren, dan para pakar. Sementara Konbes NU lebih membicarakan pelaksanaan keputusan-keputusan Muktamar, mengkaji perkembangan program, memutuskan Peraturan Organisasi (PO), serta menerbitkan rekomendasi. Forum ini bersifat lebih tertutup, hanya diikuti anggota pleno pengurus besar dan pengurus wilayah saja.

Imdad juga mengkonfirmasi Munas-Konbes akan dihadiri kiai-kiai sepuh Nahdlatul Ulama. “Selain itu, akan hadir juga Pak Jusuf Kalla, termasuk KH Ma’ruf Amin, yang kami undang sebagai Mustasyar PBNU,” ungkap Imdadun Rahmat. Diantara alam sepuh yang hadir antara lain Mustasyar PBNU KH Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus), Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo Kediri KH Anwar Manshur, Rais Aam Idarah Aliyah Jam’iyyah Ahlith Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyyah (JATMAN) Habib Luthfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya, KH Dimyati Rois dari Ponpes Al Fadhlu Wal Fadhilah Kaliwungu Kendal, dan KH Muhtadi Dimyati atau Abuya Muhtadi dari Banten. 

Alasan para kiai sepuh menghadiri forum permusyawaratan tertinggi setelah muktamar itu, menurut dia, selain forum (Munas) dinilai mempunyai kedudukan penting, tentunya intervensi pemikiran dan kontribusi para kiai sepuh sangat diutamakan dalam perhelatan ini.

 “Karena forum ini penting, maka para kiai, para sesepuh dan para tokoh Nahdlatul Ulama tentu terpanggil untuk berkontribusi dan menyampaikan pikiran-pikirannya dalam Munas-Konbes ini,” katanya.  Diharapkan  kehadiran para membuat Munas-Konbes NU ini berjalan dengan lancar dan maksimal. 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bagikan:

Artikel Lain