Ngaji Tasawuf Bersama Para Musisi

komuji

Sebuah takshow yang menggabungkan antara nilai sufisme dan budaya populer digelar oleh Pengurus Pusat Mahasiswa Ahlith-Thoriqoh al Mu’tabaroh an-Nahdliyyah (MATAN). Bekerjasama dengan Komunitas Musisi Mengaji (Komuji) diharapkan membuka perspektif dunia tasawuf menjadi lebih kaya dan ringan.

“Tasawuf atau nilai-nilai sufisme tidak hanya bisa dilacak pengaruhnya pada ragam kesenian tradisional seperti seni debus, tari Seudati atau wayang saja, tapi juga dapat dirasakan kehadirannya dalam berbagai ekspresi seni di abad 21 kini,” ujar Founder Komuji Indonesia Eggy Fauzi, Eggy dalam keterangan persnya. Dengan tema “Khazanah serta Nilai Sufisme dalam Perkembangan Sosial dan Budaya Popular” menghadirkan narasumber Habib Husein Ja’far Al-Hadar, DR Asep Salahudin (penulis dan cendikiawan muslim) dan Kalis Mardiasih (penulis dan aktivis perempuan muslim).

Menurutnya keragaman latar belakang pembicara yang berasal dari kalangan akademisi, cendikiawan, aktivis sosial dan praktisi kebudayaan (seniman) melahirkan perbincangan yang kaya akan perskpektif dan ketajaman kajian.  Eggy mengatakan, kajian mengenai tasawuf dan nilai-nilai sufisme yang mungkin terdengar asing dan terkesan berat menjadi terasa lebih ringan karena perbincangan dipandu secara santai.

Ketua PW Jawa Barat MATAN Gus Hasan mengatakan, tasawuf telah lama menjadi bagian dari khazanah kebudayaan Islam. Demikian pula halnya dengan nilai-nilai sufisme yang turut mewarnai budaya popular masyarakat Indonesia, termasuk musik dan lagu di dalamnya.  Menurutnya perbincangan yang dikemas dalam talkshow bertajuk MATAN Music Bless ini, bertujuan untuk memperkuat nilai-nilai inklusivitas, toleransi dan nasionalisme di kalangan anak muda melalui pendekatan tasawuf atau sufisme yang menjadi warna dalam kebudayaan popular.

Acara tersebut dibuka oleh Plt Ketua Umum Pengurus Pusat MATAN dan Plt Kepala Pusdatin Kemendikbud DR Hasan Chabibie atau yang lebih akrab disapa Gus Hasan juga Ketua PW Jawa Barat MATAN dan Wakil Direktur Pascasarjana UIN SGD Bandung DR Ajid Thohir MAg. Acara juga dihadiri beberapa musisi seperti Kholil Mahmud (vokalis Efek Rumah Kaca), Dewi Gita, Panji Sakti (song writer, composer dan penyanyi) dan Recvolable.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bagikan:

Artikel Lain