200 Perempuan Ditunjuk untuk Bekerja di dua Masjid Suci

syekh sudais

Lebih dari 200 perempuan akan bekerja di dua masjid suci umat Islam. Mereka ditunjuk oleh Kepresidenan Umum untuk Urusan Dua Masjid Suci sebagai bagian dari upaya melibatkan perempuan dalam pengelolaan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.


Hal itu dikemukakan oleh Imam Masjidil Haram dan Kepresidenan Dua Masjid Suci, Dr. Abdurahman Sudais saat mengunjungi paviliun Haramain di Pameran Buku Internasional Riyadh pada hari Minggu.” Kami memberi kesempatan dan memberdayakan perempuan untuk mendukung Visi Saudi 2030. Perempuan telah mencapai kesuksesan besar di kursi kepresidenan yang harus dipuji dan disorot oleh media,”katanya.

Syekh Sudais menambahkan bahwa wanita telah memainkan peran historis dalam berdirinya Kerajaan Arab Saudi. Hari ini pemerintah berkomitmen memberdayakan perempuan sejalan dengan nilai-nilai Islam dan identitas nasional kita. Pada bulan Agustus lalu, Syekh Sudais menunjuk dua perempuan Dr. Al-Anoud Al-Aboud dan Dr. Fatima Al-Rashoud sebagai asisten kantornya di samping posisi senior lainnya dalam organisasi. “Kami berusaha memberi perempuan tempat yang layak dan memadai yang diperintahkan oleh agama kami dan diterapkan oleh para pemimpin kami,” katanya.

Disebutkan bahwa tahun lalu Kepresidenan Umum untuk Urusan Dua Masjid Suci telah menunjuk sekitar 1.500 wanita di departemen yang berbeda untuk melayani pengunjung wanita ke Masjidil Haram di Mekah. Sebanyak 600 perempuan telah direkrut di Badan Teknis dan Pelayanan. Staf wanita lainnya akan ditempatkan di departemen kepresidenan lainnya seperti kendaraan listrik, unit penyiraman Zamzam, bimbingan dan urusan intelektual, urusan administrasi, hubungan masyarakat, media dan komunikasi dan Departemen Umum Audit Internal.

Dr. Al-Anoud binti Khaled Al-Aboud, wakil presiden untuk urusan pembangunan wanita, mengatakan langkah itu adalah bagian dari inisiatif transformasional presiden 2024. Ini bertujuan untuk meningkatkan tingkat layanan yang diberikan di Dua Masjid Suci.

Al-Aboud juga mengatakan itu juga bagian dari rencana kepemimpinan Saudi untuk memberdayakan perempuan dan memastikan layanan terbaik untuk jamaah wanitadan pengunjung Masjidil Haram sejalan dengan Visi Saudi 2030.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bagikan:

Artikel Lain