Diduga Himpun Dana Teroris di Lampung, Kemenag: Izin LAZ ABA Sudah Dicabut Sejak Januari 2021

lazaba

PITUTUR ID. Staf Khusus Menteri Agama Bidang Toleransi, Terorisme, Radikalisme dan Pesantren, Nuruzzaman. Ia memastikan bahwa LAZ ABA adalah ilegal karena tidak memiliki izin operasional. Hal tersebut terkait dengan penghimpunan dana teroris.


“Izin LAZ ABA sudah dicabut sejak 29 Januari 2021,” tegas pria yang akrab disapa Bib Zaman ini di Jakarta, Kamis (4/11/2021).
Saat ini LAZ ABA berkantor pusat di DKI Jakarta dan pencabutan izinnya sudah diterbitkan oleh Kepala Kanwil Kementerian Agama DKI Jakarta.

“Saya sudah terima Surat Keputusan Kakanwil Kemenag DKI Jakarta No 103 tahun 2021 tentang Pencabutan Izin Lembaga Amil Zakat Abdurrohman bin Auf,” jelas Zaman.

Zaman menambahkan bahwa Diktum dalam SK itu menyebutkan, menetapkan pencabutan izin pendirian Lembaga Amil Zakat Abdurrohman bin Auf. Menurutnya kebijakan itu dilakukan setelag melakukan monitoring dan evaluasi pasca terjadinya kasus penyalahgunaan kotak amal pada medio Desember 2020 yang juga terjadi di Lampung.

Modus tersebut terungkap oleh polisi dan Kementerian Agama saat itu bersama BNPT dan pihak terkait lainnya melakukan monitoring dan evaluasi. “Hasilnya adalah terbitnya SK pencabutan izin operasional oleh Kakanwil DKI Jakarta. Jadi LAZ ABA itu ilegal,” tegasnya.

Sebelumnya disebutkan bahwa Densus 88 menangkap sejumlah pengurus Lembaga Amil Zakat Abdurrohman bin Auf (LAZ ABA) di Lampung. Lembaga amil zakat ini diduga menghimpun dana yang terkait dengan teroris.

Ada tiga orang pengurus LAZ ABA yang ditangkap Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri. Ketiganya ditangkap atas dugaan terkait aktivitas penggalangan dana untuk aksi terorisme.

Menurut Kepala Bidang Humas Polda Lampung Komisaris Besar Zahwani Pandra Arsyad ketiganya ditangkan ditangkap dalam operasi Densus yang digelar selama 3 hari di Kabupaten Pesawaran, Kabupaten Lampung Selatan, dan Bandar Lampung.

Pandra mengatakan bahwa penangkapan terhadap pengurus LAZ ABA adalah hasil pengembangan dari ditangkapnya dua tokoh JI di Lampung pada akhir 2020.***

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bagikan:

Artikel Lain