Temuan MUI Jawa Barat Terkait Yayasan Baiti Jannati dan Pemimpinnya

MUI

PITUTUR ID. MUI Jawa Barat beberkan penyelidikan terhadap Abdul Rasyid yang mengaku Nabi ke 26. Ada beberapa bukti yang didapatkan MUI Jabar terkait kesesatan Abdul Rasyid dan Yayasan Baiti Jannati yang dipimpinnya.


“Konsep kerasulan nabi ternyata Rasyid memahami khataman nabiyyin adalah penyempurna nabi bukan nabi terakhir. Bahkan, Muhammad itu bukan nabi terakhir sebab sampai kapan pun akan tetap ada,” kata Sekretaris Umum MUI Jabar, KH. Rafani Achyar.

Menurut Rafani bukti kuat Rasyid mengaku nabi adalah saat mengucapkan syahadat. “Syahadat sama tapi kemudian Rasyid menunjuk kepada pengikutnya dengan berkata Rasyid lalu dijawab oleh pengikutnya Rasulullah,” jelasnya.

Selain itu ajaran tanamkan Rasyid adalah jemaahnya yang bersifat eksklusif sehingga tak boleh menikah dengan orang luar. “Bahkan, pengikutnya dilarang memakan daging yang tak disembelihnya sendiri. Demikian pula dengan pembagian zakat yang menyederhanakan yakni kalau ada zakat sebesar Rp2 juta, maka dibagikan di kelompoknya sendiri,” katanya.

Menurut Rafani, kelompok ini menanggap masyarakat luar jamaahnya dianggap kafir. Selain itu dalam hal solat kelompok Baiti Jannati menentukan waktu juga berbeda. “Misalnya shalat Isya ditentukan di tengah malam dan shalat subuh pagi hari menjelang pukul 06.00,” ungkap Rafani.

Ada juga buku-buku yang diterbitkan Baiti Jannati seperti penentuan waktu shalat. “Hasil kajian MUI Jabar ini akan kami koordinasikan dengan aparat penegak hukum,” katanya.

Yayasan Baiti Jannati yang berdiri sejak tahun 2016 ini menyebarkan faham eksklusif yakni tertutup dengan masyarakat, mengaku nabi ke-26 dan memaknai Alquran seenaknya sendiri.

Sebelumnya pada Juni 2021 lalu Satuan Reskrim (Satreskrim) Polrestabes Bandung menangkap sejumlah orang dari Yayasan Baiti Jannati. Tujuanya untuk mencegah adanya perselisihan kelompok tersebut dengan warga setempat yang menanggapnya sesat.
Disebutkan bahwa sejumlah warga Cijawura, Buahbatu, Kota Bandung, mendatangi yayasan tersebut karena mendengar laporan warga, sang ketua berinisial R mengaku sebagai rasul. Saat itu pula pemimpinnya ditangkap aparat keamanan.***

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bagikan:

Artikel Lain