Kitab Tuhfat al-Qashi wa al-Dani Menjadi Hadiah Spesial untuk Peserta Muktamar NU 34

kitab

PITUTUR ID. Kitab berjudul Kitab Tuhfat al-Qashi wa al-Dani karya Katib Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Zulfa Mustofa menjadi hadiah spesial bagi para peserta muktamar NU ke 34.


Sedikitnya 300 kitat tersebut akan dihadiahkan kepada muktamirin dalam perhelatan akbar organisasi keagamaan terbesar di dunia ini. Saat ini telah dicetak sebanyak 3.500 eksemplar dan akan didistribusikan sebanyak 3.000 eksemplar secara gratis kepada para peserta.


Kitab Kitab Tuhfat al-Qashi wa al-Dani tersebut secara simbolis telah diserahkan langsung penulisnya kepada Panitia Muktamar NU 34 dan diterima oleh Wakil Ketua Panitia Muktamar KH Ahmad Ishomuddin disaksikan Ketua Panitia Muktamar, KH Imam Aziz.


“Kitab berbahasa Arab tersebut cukup istimewa karena menjelaskan tentang berbagai aspek sejarah kehidupan al-Syaikh Nawawi bin Umar al-Banteni secara lebih terperinci dan lengkap, jauh lebih lengkap dari karya-karya ilmiah sebelumnya,” kata Kiai Ishom yang juga Rais Syuriyah PBNU ini.


Menurut Kiai Ishom kitab tersebut penting untuk menambah wawasan sejarah dan keilmuan Islam. “Saya juga mengusulkan agar sebaiknya kitab yang dicetak dalam Bahasa Arab ini diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia, sehingga informasi ilmiah terkait al-Syaikh Nawawi juga dapat dinikmati oleh para pembaca dalam cakupan yang lebih luas,” imbuhnya.


Menurutnya, kitab ini disusun dengan riset ilmiah yang tekun, teliti, dan berhati-hati untuk menghindari simpulan yang keliru. “Sehingga (buku ini) menjadi sebuah buku berbahasa Arab yang menambah “gizi” ilmu yang bermanfaat bagi setiap pembacanya,” jelasnya.


Kiai Ishom menyatakan bahwa Panitia Muktamar ke-34 NU menyambut gembira penghadiahan 3.000 kitab ilmiah Kitab Tuhfat al-Qashi wa al-Dani tersebut.


Muktamar NU ke 34 NU akan berlangsung dijadwalkan pada 23-25 Desember 2021 di provinsi Lampung. Terdapat tiga lokasi yang akan digunakan. Di antaranya Universitas Islam Negeri Raden Intan dan Universitas Malahayati di Kota Bandar Lampung, serta Pondok Pesantren Darussa’adah di Kabupaten Lampung Tengah.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bagikan:

Artikel Lain