Beginilah Cara Tobatnya Para Sufi

Taubat menjadi bagian yang terpenting dalam pendakian spiritual. Bagaimana sebenarnya tentang tobat itu. Banyak definisi atau keterangan tentang tobat. Para sufi mengatakan bahwa tobat merupakan awal dari perjalanan spiritual menuju maqam selanjutnya.

Hakekat tobat menurut bahasa adalah kembali. Artinya tobat kembali dari sesuatu yang dicela dalam syariat menuju sesuatu yang dipuji dalam syariat.

Dalam prinsip ahli sunah agar tobat dapat diterima harus memenuhi tiga perkara, yaitu menyesali atas pelanggaran-pelanggaran yang pernah diperbuat, meninggalkan jalan kesesatan pada saat melakukan tobat, dan ketetapan hati untuk tidak mengulanginya lagi.”

Tentang tobat Allah Ta’ala berfirman,”Dan bertobatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.” Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik berkata   

Berikut beberapa ulama sufi yang mendefinisikan tobat :

Imam al Junaid berkata,” Tobat ada tiga makna, pertama adalah penyesalan, kedua tekad untuk meninggalkan (tidak kembali) apa yang dilarang Allah, ketiga berusaha memenuhi hak-hak orang yang pernah dianiaya.”

Dzun Nun Al Misri pernah ditanya tentang tobat, dan jawabannya begini,” Tobat orang awam adalah tobat yang disebabkan oleh dosa. Sedangkan tobat orang khusus disebabkan oleh lupa.

”Menurut Dzun Nun jika seseorang memohon ampun tanpa melepaskan dosa, itu adalah tobatnya para pendusta.

Al Busyanji mengatakan,” Tobat adalah jika kamu mengingat dosa, kemudian tidak merasakan manisnya ketika mengingatnya, maka demikian itu adalah tobat.”   

Ibnu Atha’ mengatakan bahwa Tobat ada tobat inabah dan tobat istijabah. Tobat inabah adalah sikap tobat hamba yang takut siksaan-Nya. Sedangkan tobat istijabah merupakan tobat seorang hamba yang malu kepada Allah.”

Ustadz  Abu Ali Ad Daqaq berkata,”Tobat itu ada tiga bagian, pertama tobat (kembali) kedua inabah (berulang-ulang kembali), dan ketiga aubah (pulang). Tobat bersifat permulaan, aubah adalah akhir perjalanan. Inabah adalah tengah-tengahnya.”

Setiap orang yang tobat karena takut siksaan, maka dia adalah pelaku tobat. Orang tobat karena mengharapkan pahala adalah pelaku tobat yang mencapai tingkatan inabah.

Sedangkan orang tobat yang termotivasi oleh sikap hati-hati dan ketelitian hatinya, bukan mengharapkan pahala dan takut pada siksaan Allah, maka dia adalah pemilik aubah.

”Tobat adalah sifat orang-orang mukmin. Tobat inabah adalah toba para wali dan orang-orang yang dekat dengan Allah. Sedangkan aubah adalah sifat para Nabi dan Rasul.  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bagikan:

Artikel Lain

lailatul qodar

Empat Tanda Lailatul Qodar

Malam lailatul qodar adalah malam yang ditunggu kaum muslimin saat bulan Ramadhan tiba. Banyak keutamaan di malam mulia tersebut. Diantara keutamaan adalah diampuni dosanya yang