Nasehat Abdullah bin Mas’ud kepada Pembaca Al Quran

Membaca al Quran adalah salah satu ibadah yang paling utama untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Membacanya adalah wujud ketaatan yang sangat mulia di sisi Allah Taala dan mendapatkan pahala yang besar

Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi, agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri. ( Surat Al Fatir 29-30)

Adapun Rasulullah SAW bersabda: “Ibadah umatku yang paling utama adalah membaca al Quran.”

Menurut Habib Abdullah al Hadad dalam kitabnya an Nasahih Diniyah wal Washaya al Imaniyah menyebutkan bahwa orang yang membaca al Quran harus mengenal hak al Quran yang harus dipenuhi.  Hak al Quran yaitu melakukan menghormatan dan memuliakannya dengan mengamalkan kebaikan, menjunjung akhlak yang mulia dan beramal soleh. Semua harus ada pada setiap pembaca Al Quran.

Berkata Umar bin Khatab, “Wahai para pembaca al Quran! Angkatlah kepalamu, karena jalan telah terbentang dihadapanmu. Maka berlomba-lombalah mengejar kebaikan.”

Berkatalah Abdullah bin Mas’ud, “Hendaklah ahli Al Quran itu terkenal dengan berdiri beribadah di waktu malam, sedang kebanyakan manusia tidur nyenyak. Berpuasa di waktu siang hari dimana kebanyakan manusia sedang enak-enak makan. Kemudian senantiasa prihatin, sedangkan kebanyakan orang bersuka ria. Senantiasa menangis sedangkan orang kebanyakan bergelak tawa. Sentiasa berdiam diri, sedangkan kebanyakan manusia berkata nista. Senantiasa merendahkan diri, sedangkan kebanyakan orang berlagak sombong.”

Menurut pendapat habib Abdullah Al Hadad, maksud dari perkataan Abdullah bin Mas’ud ini adalah, hendaklah ahli al Quran itu berbeda dari orang kebanyakan. Hendaklah dirinya lebih taat kepada Allah SWT, senantiasa mengejar amalan yang baik, dan menjaga diri dari kelalaian dan hawa nafsu. Serta senantiasa takut kepada Allah SWT.

Abdullah bin Mas’ud juga berkata lagi,” Al Quran itu diturunkan untuk diamalkan. Maka hendaklah engkau menjadikan membacanya sebagai sebuah amalan yang tetap.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bagikan:

Artikel Lain