Tiga Tingkatan Adab

Ulama sufi Abu Ali ad Daqaq pernah berkata,” Dengan ketaatan seorang hamba sampai pada surga. Dengan adab seorang hamba sampai kepada ketaatan.” Dari perkataan itu, maka adab atau kesopanan adalah sangat penting untuk mencapai keutamaan.  

Disebutkan bahwa adab adalah norma atau aturan mengenai sopan santun yang didasarkan atas aturan agama Islam. Norma tentang adab ini digunakan dalam pergaulan antar manusia, antar tetangga, dan antar kaum. Sebutan orang beradab sesungguhnya berarti bahwa orang itu mengetahui aturan tentang adab atau sopan santun yang ditentukan dalam agama Islam.

Tentang sopan santun, Rasulullah SAW adalah contoh nyata sopan santun dalam konteks perbuatan maupun perkataan. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah, Rasulullah SAW berkata: “Sesungguhnya dalam dirimu ada dua sikap yang dicintai Allah, yakni sifat santun dan malu.”

Imam Al Qusyairi dalam Risalah Qusyairiyah mengatakan adab atau kesopanan adalah keterkumpulan kebaikan. Orang yang beradab adalah orang yang mengumpulkan segala kebaikan, termasuk diantaranya memberi jamuan.

Diriwayatkan dari Aisyah ra. Bahwasanya Rasulullah SAW bersabda,” Hak anak dari ayahnya adalah hendaknya sang ayah memberi kepadanya nama baik, memberi penyusuan yang baik dan memberikan pendidikan moral yang baik. “Sebagian ulama memang mengatakan hadis ini lemah atau dhaif, diantaranya Imam as-Suyuti dalam kita Jami’ush Shaghir.

Al Jalajili al Basri mengatakan,” Tauhid selalu berbarengan dengan iman. Barangsiapa yang tidak mempunyai iman, maka ia tidak punya tauhid.  Iman berbarengan dengan syariat. Barangsiapa tidak punya syariat maka ia tidak punya iman juga tidak punya tauhid. Syariat itu selalu berbarengan dengan adab atau tatakrama. Barangsiapa yang tidak punya adab maka ia tidak punya syariat, tidak punya iman dan tidak punya Tauhid.”

Dikisahkan suatu kali Ibnu Atha berkata,” Adab itu perbuatan yang berbarengan dengan hal-hal yang baik.”

“Apa maksudnya?” tanya seseorang.

“Hendaknya kamu memperlakukan tindakanmu di hadapan Allah SWT dengan sopan santun, baik di tempat tersembunyi maupun di tempat terbuka. Jika kamu berbuat begitu, maka kamu adalah orang yang beradab,” jawab Ibnu Atha.

Sedangkan Abu Nasr Siraj at Thusi mengatakan,”Sopan santun dalam pergaulan manusia ada tiga tingkatan. Orang-orang ahli dunia kebanyakan adab mereka adalah tutur kata yang fasih, indah, menjaga pengetahuan, menjaga nama-nama raja dan kemasyhuran. Sedangkan ahli agama kebanyakan adab mereka adalah melatih jiwa, mendidik anggota tubuh, menjaga batas-batas hukum, dan meninggalkan hawa nafsu. Adapun orang-orang khusus kebanyakan adab mereka adalah menjaga kesucian, menjaga rahasia, menepati janji, menjaga waktu, jarang terpengaruh oleh kondisi buruk, bersopan santun dihadapan Allah SWT waktu bermunajat, dan saat mendekatkan diri.   (Dari berbagai sumber)     

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bagikan:

Artikel Lain

qiraah

Ilmu Qiraah dan Asal Usulnya

Ilmu Qiraah atau ilmu yang membahas tentang cara pengucapan tiap kata dari al Quran ternyata mempunyai berbagai jalur penuturan. Meskipun berbeda-beda namun tetap mengacu pada