Tanda-tanda Matinya Hati

Menjaga hati adalah bagian yang sangat penting dalam menuju Allah. Banyak nasehat atau tips agar hati kita selalu hidup, sebab matinya hati bisa menjadi sebuah petaka dalam mengenal Tuhan. Salah satunya adalah nasehat dari Ibrahib bin Adham, sufi besar yang hidup pada abad ke VIII M.

Bagi kalangan tasawuf , nama Ibrahim bin Adham adalah mempunyai kisah-kisah yang penuh dengan hikmah. Tidak hanya itu ketinggian ilmunya juga mengajarkan tentang berbagai hal yang menyangkut dengan perjalanan spiritualnya.

Banyak nasehat dari Ibrahim bin Adham yang masih relevan hingga saat ini. Salah satunya tentang hati. Bagi kalangan sufi, hati yang kebersihan menjadi salah satu hal yang penting dalam menuju Tuhan. Mengutip pendapat KH Musthofa Bisri, hati di sini bukanlah hati secara fisik, melainkan hati atau qalbu adalah sesuatu yang berhubungan dengan jiwa, nafsu, dan akal yang sifatnya gaib.

Bagi Ibrahim bin Adham, hati mempunyai peran penting menuju Allah yang Maha Suci. Hati bisa mati cahayanya karena sepuluh sebab. Dalam sebuah kisah disebutkan bahwa Ibrahim bin Adham pernah ditanya oleh seorang dari Basrah, Irak ketika sedang berjalan-jalan di Pasar. “ Wahai Abu Ishak (nama populer Ibrahim bin Adham) sesungguhnya Allah SWT berfirman dalam kitab-Nya,” Berdoalah kepada Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu,” kata seseorang.  Pertanyaan itu kemudian dijawab oleh Ibrahim,” Wahai ahli Basrah hatimu telah mati dalam sepuluh perkara :

  1. Kalian mengenal Allah, tetapi tidak kalian tunaikan hak-hak Nya
  2. Kalian membaca kitab Allah, tetapi tidak mengamalkannya
  3. Kalian mengatakan cinta Rasulullah, tetapi meninggalkan sunnahnya
  4. Kalian mengatakan setan adalah musuh, tetapi malah mengikutinya.
  5. Kalian mengharapkan surga, tetapi tidak beramal untuknya
  6. Kalian mengatakan takut neraka, tetapi mempersembahkan diri untuknya
  7. Kalian sibuk dengan aib saudara, tetapi lupa aib sendiri
  8. Kalian mengerti mati itu pasti, tetapi tidak mempersiapkannya
  9. Kalian nikmati karunia Allah, tetapi tidak mensyukurinya
  10. Kalian menguburkan jenazah, tetapi tidak mengambil hikmahnya.

Itulah nasehat Ibrahim bin Adham tentang hati diriwayatkan dalam Kitab Hilyatul Auwliya karya Syaqiq al-Balkhi. Nasehat ini menjadi sebuah tantangan kita untuk selalu menjaga hati agar terhindar dari berbagai hal yang menutupinya. Tentu dibutuhkan kerja keras dan keistiqamahan dalam menjalanannya. Wa Allahu A’lam Bisshoawab.    

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bagikan:

Artikel Lain

lailatul qodar

Empat Tanda Lailatul Qodar

Malam lailatul qodar adalah malam yang ditunggu kaum muslimin saat bulan Ramadhan tiba. Banyak keutamaan di malam mulia tersebut. Diantara keutamaan adalah diampuni dosanya yang