Cinta Menurut Abu Yazid

Cinta menurut Abu Yazid Al Bustami jalan untuk mengenal Allah SWT. Bagi para sufi, cinta atau mahabbah dimaknai secara luar biasa. Sebagian besar sufi beranggapan bahwa cinta adalah kecenderungan dalam hati yang dimabuk rindu.

Dikatakan pula oleh para sufi bahwa cinta setia kepada Kekasih baik maupun tidak dengan Nya. Cinta semua kekasihnya dan menetapi cak kekasihnya. Cinta adalah kesepakatan hati untuk menuruti kehendak-kehendak Tuhan.      

Salah satu yang membahas tentang mahabbah atau cinta dalam dunia sufi adalah Abu Yazid Al-Bustami. Sufi pada abad III hijriah ini memberikan beberapa kutipan tentang cinta. Berikut beberapa pandangan Abu Yazid tentang cinta yang Mahaguru Para Sufi: Kisah Kearifan Abu Yazid karya Dr. Abdul Halim Muhammad, seorang ulama dari Mesir.

Menurut Abu Yazid ada hubungan antara cinta dan makrifat. Menurutnya makrifat adalah sebab cinta atau mahabbah. “Mustahil kamu mengenal-Nya tapi tidak mencinta-Nya,” ungkap Abu Yazid. Maka kalau ada makrifat mesti ada cinta. Maka kemudian beliau menyatakan lagi, ”Jika kecintaan kepada Allah datang, maka akan mengalahkan segala sesuatu, tidak terasa manisnya dunia dan tidak terasa manisnya akhirat. Dan kemanisan hanya kepada ar Rahman (Allah SWT). ”

Dalam salah satu pemikirannya cinta lainnya, sufi yang berasal dari Persia ini berkata, ”Tidak dikatakan seorang hamba itu cinta kepada Penciptanya sehingga ia menyerahkan diri kepada Nya dalam mencari keridhaan-Nya baik yang sembunyi-sembunyi atau yang terang-terangan, dan Allah melihat isi bahwa ia menginginkan ia kecuali Dia (Allah SWT). ”

Makna cinta menurut Abu Yazid adalah cinta seorang hamba kepada Allah tidak lain karena Cinta-Nya kepada hambanya. Perkataan ini menurut pakar sufisme, KH Lukman Hakim menyiratkan bahwa sebenarnya manusia tidak dapat mencintai Allah, karena cinta itu sendiri hadir dari Allah Abu Yazid Al-Busthami berkata: “Aku baru sadar, kukira aku bisa mencintai-Nya.Ternyata cintaku kepada-Nya selama ini akibat Cinta-Nya kepadaku.”

“Cinta adalah menganggap sedikit pemberian yang dikeluarkan dan menganggap banyak pemberian Kekasih walaupun sedikit,” ungkap Abu Yazid yang dikutip dalam kitab Risalah Qusyairiyah.

Wallahu A’lam bi Showab

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bagikan:

Artikel Lain

lailatul qodar

Empat Tanda Lailatul Qodar

Malam lailatul qodar adalah malam yang ditunggu kaum muslimin saat bulan Ramadhan tiba. Banyak keutamaan di malam mulia tersebut. Diantara keutamaan adalah diampuni dosanya yang