Kunci Utama Masuk Surga Dari Rasulullah

laa illaha illa Allah

Rasulullah memberikan kepada kita sebuah kunci utama masuk surga. Hal itu diajarkan oleh Rasulullah SAW yang diberikan kepada kepada orang Badui yang termaktub dalam sebuah hadis.


Dalam sahih Bukhari-Muslim ada sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah. Dikatakan olehnya bahwa ada seorang Badui mendatangi Rasulullah SAW dan berkata,” Ya Rasulullah, tunjukkan kepadaku amalan yang jika kukerjakan maka aku akan masuk surga.”


Rasulullah SAW berkata,”Hendaklah kamu beribadah kepada Allah tanpa menyekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Mendirikan salat, membayar zakat, dan melaksanakan puasa Ramadhan.”


Lelaki Badui itu lalu berkata,” Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya! Aku tidak menambah atau mengurangi sedikit pun.”


Setelah Badui itu beranjak, Rasulullah SAW bersabda,” Barangsiapa yang ingin melihat ahli surga, maka lihatlah dia.”


Kunci utama masuk surga adalah dilarang menyekutukan Allah SWT dengan apapun dan siapa pun. Selain itu harus mengerjakan salat dan puasa Ramadhan.

Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Utsman bin Affan bahwa Rasulullah SAW bersabda,” Barangsiapa meninggal dalam keadaan mengetahui bahwa tidak ada tuhan selain Allah maka ia masuk surga.”


Sedangkan hadis yang diriwayatkan oleh Muadz bin Jabal R.A bahwa ia pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda,”Barangsiapa yang akhir meninggalnya mengucapkan Laa illah illa Allah maka ia masuk surga.”
Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abud Dzar menyebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda,” Telah datang kepadaku utusan dari Rabb ku ( malaikat Jibril). Ia memberi kabar gembira kepadaku bahwa barangsiapa mati dalam keadaan tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu, pasti ia masuk surga. Aku bertanya,”Walaupun ia berzina dan mencuri?” Nabi menjawab,” Ya, walaupun ia berzina dan mencuri.”


Itulah betapa pentingnya untuk tidak menyekutukan Allah SWT. Karena itu janganlah berbuat syirik karena akan menjadikan kita menjadi musyrik. Menyekutukan Allah SWT adalah dosa besar dan tidak terampuni. Untuk itu hendaklah harus waspada jangan sampai perbuatan-perbuatan kita menuju kepada kemusyrikan. Wa Allahu A’lam bi showab.

One Response

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bagikan:

Artikel Lain