Tanda Ulama Akhirat menurut Habib Abdullah al Hadad

ulama


Menurut Habib Abdullah Al Hadad ada dua tipe ulama. Pertama ulama adalah ulama akherat dan kedua ulama jual obat. Dalam kitabnya yang berjudul an Nasaih ad Diniyah bal Washaya al Imaniyah menjelaskan tanda ulama akhirat dan ulama jual obat sebagai berikut :

Ulama akhirat adalah ulama yang merendahkan diri, takut,bimbang dan khawatir terhadap murka Allah SWT. Mereka zuhud dari harta benda, merasa cukup dengan yang sedikit, membelanjakan apa yang melebihi kebutuhannya, memberikan nasihat kepada orang banyak, menyayangi dan berbelas kasih terhadap mereka, menyuruh berbuat baik dan melarang berbuat jahat, suka membuat kebajikan, membiasakan diri dengan amal ibadah.

Selain itu ulama akhirat selalu menganjurkan segala kebaikan, menyeru ke jalan yang benar, senantiasa berdiam diri, tenang, penyantun, berbudi pekerti mulia, berdada lapang, lemah lembut, pandai memikat hati kaum mukminin, tidak sombong, tidak tamak atas hak orang lain, tidak terlampau menitikberatkan dunia, tidak melebihkannya dari urusan akhirat, tidak menumpuk harta benda.

Tanda ulama akhirat juga tidak menahan hak orang lain, tidak kejam, tidak kasar, tidak suka menduga-duga, tidak menginginkan pangkat, harta dan kedudukan, malah ia membenci sifat-sifat itu. Kemudian tidak melibatkan diri pada sesuatu perkara melainkan jika perlu dan darurat saja.
Arti semuanya itu menunjukkan bahwa ulama akhirat adalah ulama yang senantiasa menepati sifat-sifat yang dianjurkan oleh ilmu pengetahuan dengan ditunjukkan dalam akhlak yang terpuji dan diwujudkan dengan amal sholeh. Ulama akhirat selalu menjauhkan diri dari apa yang dicegah oleh ilmu pengetahuan seperti akhlak yang keji, dan segala amalan yang tidak diridhai Allah SWT.

Adapun ulama jual obat menurut Habib Abdullah al Hadad adalah ulama mencampuradukkan ajaran agama demi menuruti hawa nafsu dan lebih mengutamakan kepentingan dunia daripada kepentingan akhirat.

Menurut Habib Abdullah al Hadad sifat-sifat yang mulia hendaknya menjadi pegangan orang mukmin terlebih orang yang berilmu atau ulama. Sebab ulama adalah menjadi petunjuk bagi orang awam. Jika ulama itu tersesat dan kehilangan pegangan serta melebihkan dunia daripada akhirat maka ia akan menanggung dosa-dosa orang-orang yang mengikutnya. Wa Allahu A’lam bi Showab.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bagikan:

Artikel Lain