Sifat Tawadhu Menurut Para Sufi

taawadhu

Tawaduk adalah sifat yang mulia dalam Islam. Sifat tawadhu atau rendah hati adalah sifat yang diteladankan Rasulullah SAW kepada kita.


Secara etimologi, kata tawaduk berasal yang bisa diartikan merendahkan atau merendahkan diri. Disamping itu, kata tawaduk juga diartikan dengan rendah terhadap sesuatu. Sedangkan secara istilah, tawaduk dapat dimaknai menampakkan kerendahan hati kepada sesuatu yang diagungkan. Bahkan, ada juga yang mengartikan tawadhu’ sebagai tindakan berupa mengagungkan orang karena keutamaannya, menerima kebenaran dan seterusnya.


Betapa pentingnya tawaduk ini, dalam kitab Ta’limul Muta’alim Thariqat Ulum karya Syekh Az amuji dikatakan bahwa tawadhu adalah tanda atau sifat orang yang bertakwa. Dengan tawaduk orang yang bertakwa semakin tinggi martabatnya.


Menurut Sufyan as Sauri orang yang tawadhu itu adalah orang yang mulia. Disebutkan oleh Abu Said al A’rabi mengatakan,” Sufyan as Sauri telah mengajariku. Dia mengatakan bahwa orang yang paling mulia dibagi menjadi lima, yaitu ilmuwan yang zuhud, ahli fikih yang sufi, orang kaya yang tawadhu, orang miskin yang bersyukur, dan orang berpangkat yang mukanya berseri-seri.

Bagi kaum sufi, tawaduk menjadi salah satu syarat bagi para pejalan rohani. Fudail bin Iyad pernah mengatakan bahwa tawadhu adalah rendah hati untuk kebenaran, menyelamatkan diri untuk kebenaran dan menerima kebenaran dari orang lain. Sedangkan Junaid Al Bagdadi pernah ditanya tentang tawadhu ini. “Merendahkan lambung kepada orang lain dan bersikap lemah lembut kepada mereka,” jawabnya.

Adapun Imam al Ghazali mengatakan bahwa tawadhu adalah mengeluarkan kedudukanmu atau kita dan menganggap orang lain lebih utama dari pada kita.


Lalu bagaimana kita mendapatkan sifat tawadhu ini. Seorang sufi dari Mesir, Dzun Nun Al Misri mengatakan bahwa barang siapa menghendaki punya sifat tawadhu, maka hadapkanlah hatinya kepada keagungan Allah SWT. Karena ketika hatinya menghadap Allah SWT akan mengecilkan dan menghancurkan hawa nafsunya. Menurut Dzun Nun barang siapa melihat kekuasaan Allah SWT, maka akan hilang kekuasaan nafsu itu disisi kewibawaan Allah SWT.

Inilah sifat tawadhu yang harus dimiliki orang setiap Muslim karena kemuliaannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bagikan:

Artikel Lain