Klasifikasi Ilmu Menurut Imam Ghazali

al ghazali

Ilmu dalam agama Islam adalah pengetahuan akan kebenaran yang didasari atas argumen yang kuat dan dapat pasti atau qat’i. Ada bermacam klasifikasi ilmu dalam Islam. Salah satunya adalah Imam Ghazali, seorang filsuf besar yang karya-karyanya masih dibahas hingga kini.  

Dalam bukunya Ihya Ulumuddin Imam Ghazali membahas secara khusus tentang klasifikasi ilmu pengetahuan dalam Islam. Beliau mengklasifikasikan ilmu pengetahuan berdasarkan tiga kriteria :  

Pertama, ilmu pengetahuan menurut tingkat kewajibannya. Pada tingkat ini ilmu dibagi menjadi ini dua kewajiban yaitu :

Ilmu pengetahuan yang fardhu ‘ain. Ilmu pengetahuan yang dihukumi fardhu ain adalah segala macam ilmu pengetahuan yang dengan dapat digunakan untuk  bertauhid kepada Allah SWT secara benar, untuk mengetahui Zat beserta Sifat-sifat-Nya.

Kemudian ilmu pengetahuan yang bersifat fardhu kifayah. Menurut Imam Ghazali ilmu pengetahuan yang bersifat fardhu kifayah adalah setiap ilmu pengetahuan yang tidak dapat dikesampingkan dalam menegakkan kesejahteraan dunia diantaranya ilmu kedokteran, berhitung,  politik dan lain sebagainya.

Kedua, ilmu pengetahuan menurut sumbernya. Adapun klasifikasi ilmu pengetahuan model kedua ini dibagi kepada dua sumber yaitu ilmu sumber dari pengetahuan syari’ah dan Pengetahuan ghairi syari‟ah atau aqliyah.

Ilmu pengetahuan yang bersumber dari syariah adalah ilmu pengetahuan yang sumbernya diperoleh dari para Nabi. Ilmu jenis ini bukan dari penggunaan akal atau logika seperti berhitung atau eksperimen. Ilmu syari’ah andalah ilmu yang berasal dari nabi yang berkaitan dengan wahyu Allah SWT.

Adapun ilmu pengetahuan yang bersumber dari syari’ah di klasifikasikan menjadi 4 bagian yaitu; ilmu  ushul yang bersumber dari Al Quran, as-sunnah, ijma’ dan atsar para sahabat. Selanjutnya ada ilmu furu’ yang terdiri dari ilmu fiqih, ilmu akhlak atau etika Islam. Kemudian ada ilmu muqaddimah atau ilmu yang merupakan alat seperti ilmu bahasa, dan nahwu. Terakhir ada ilmu yang bersumber dari mutammimah yang penyempurnaan yakni ilmu tafsir Al-Quran, hadits dan ilmu atsar sahabat dan lainnya.

Sedangkan pengetahuan ghairu syari’ah adalah ilmu yang bersumber dari akal pikiran, eksperimen dan akulturasi. Jadi, ilmu pengetahuan ghairu syari’ah adalah ilmu yangdapat diganti atau dicari dan tercapai oleh persepsi dari pengetahuan .

Ketiga, klasifikasi ilmu pengetahuan menurut fungsinya. Berdasarkan fungsi , Imam al-Ghazali membagi dua macam yaitu ilmu pengetahuan yang terpuji dan ilmu pengetahuan yang tidak terpuji.

Ilmu pengetahuan yang terpuji adalah ilmu pengetahuan yang bermanfaat untuk kemaslahatan. Contohnya ilmu kedokteran dan berhitung dan lain sebagainya. Adapun ilmu pengetahuan yang tidak terpuji yaitu pengetahuan yang merugikan dan merusak manusia. Contohnya dalah ilmu sihir, ilmu tentang jimat, ilmu tenung  dan lain sebagainya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bagikan:

Artikel Lain

nyadran

Tradisi Menyambut Ramadhan

Di Indonesia menjelang Ramadhan mempunyai banyak tradisi. Sebagai penduduk Islam yang banyak, bulan suci ini sangatlah di tunggu-tunggu. Tradisi menyambut Ramadhan bahan menjadi acara tahunan