Tiga Macam Makrifat Menurut Abu Yazid al Busthami

makrifat

Makrifatullah adalah salah satu tingkatan yang harus dilalui oleh seorang pesuluk atau penempuh jalan sufi. Makrifat adalah pengalaman batin yang tidak terlihat. Banyak ulama mendefinisikan makrifat ini dan membaginya dalam beberapa tingkatan. Salah satunya adalah menurut Abu Yazid al Busthami, seorang sufi yang hidup pada abad VIII M.

Menurut Abu Yazid makrifat dibagi menjadi tiga macam yaitu makrifat orang awam, makrifat orang khusus dan makrifat orang yang sangat khusus. Dalam penjelasannya di buku Maha Guru Para Sufi : Kisah Kearifan Abu Yazid Al Busthami karya Dr Abdul Halim Mahmud, dijelaskan sebagai berikut :

Makrifat orang awam adalah makrifat ubudiyah,makrifat rububiyah, makrifat ketetapan dan makrifat musuh dan jiwa. Adapun makrifat orang khusus adalah makrifat keagungan dan kebesaran, makrifat manusia dan pemberian dan makrifat tauhid.

Adapun makrifat orang yang sangat khusus adalah makrifat kelembutan dan permohonan, makrifat kelemahlembutan, makrifat hati, dan makrifat siar (inti hati). Dijelaskan bahwa makrifat-makrifat ini tidak saling menafikan dan bertentangan satu sama lainnya. Semuanya menjadi penting bagi seseorang yang sedang menempuh jalan kesufian.   

Dari segi arti makrifat bisa dimaknai dengan mengetahui, mengenal atau pengetahuan Ilahi. Menurut kamus al Munawwir, makrifat berasal dari kata `arafa, yu’rifu, irfan. Adapun orang yang yang sudah mencapai tingkatan makrifat disebut arif. Secara terminologi  makrifat bisa diartikan dengan mengenal dan mengetahui berbagai ilmu secara rinci,  atau diartikan juga sebagai pengetahuan atau pengalaman secara langsung atas Al Haq.

Makrifat sering digunakan untuk menunjukkan salah satu maqam (tingkatan) dalam tasawuf. Karenanya dalam dunia sufi, makrifat sering diartikan sebagai pengetahuan mengenai Tuhan melalui hati sanubari. Upaya penghayatan makrifat kepada Allah SWT atau makrifatullah inilah yang menjadi tujuan utama dan sekaligus menjadi inti ajaran sufi.

Makrifat pada diri seseorang dapat dilihat sejauh mana intensitas orang tersebut dalam melakukan ibadah. Menurut Syekh Nawawi Banten yang mengutip pandangan ulama mengatakan bahwa tanda makrifat seseorang dapat terlihat dari ketaatan seseorang dalam menjalankan kewajiban agamanya.  “Dikatakan, gerakan ketaatan (ibadah kepada Allah) merupakan dalil makrifat seseorang sebagaimana gerakan fisik yang menandai kehidupan,” ungkap syekh Nawawi Banten dalam kitab Nashaihul Ibad. Dalam penjelasannya disebutkan bahwa ketaatan seseorang dalam menjalankan perintah Allah merupakan tanda makrifat pada diri yang bersangkutan. Wallahu ‘alam Bishowab.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bagikan:

Artikel Lain

sandal

Memakai Sandal Menurut Islam

Memakai sandal ternyata mempunyai banyak manfaat. Tidak hanya dari segi kesehatan, namun juga dari sudut agama. Islam sendiri sangat menganjurkan memakai sandal. Bahkan Rasulullah saw