Tiga Kesunnahan yang Sebaiknya Dilakukan saat Berpuasa

ramadhan

Ada tiga kesunnahan yang sebaiknya dilakukan saat berpuasa. Hal ini dikemukakan oleh seorang ulama masyhur madzhab Syafii bernama Ahmad bin al-Husain bin Ahmad Al-Ashfahani yang dikenal dengan nama Al-Qadhi Abu Syuja’ (Bapak para pemberani).

Pendapat tentang tiga kesunnahan yang sebaiknya dilakukan saat puasa dinukil dari kitab Ghayah wa Taqrib atau yang lebih populer dengan sebutan Matan Abi Syuja’.  Beliau mengatakan bahwa “Disunahkan pada saat puasa tiga hal yaitu  menyegerakan berbuka, mengakhirkan sahur, dan meninggalkan perkataan kotor atau keji.”

Pernyataan ulama ini mengindikasikan bahwa setidaknya ada tiga perbuatan yang mesti biasakan pada saat mengerjakan ibadah puasa yaitu

Pertama, menyegerakan buka puasa. Hal ini berdasarkan sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Bukhori dan Muslim yang berbunyi , “Manusia masih berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.”

Kedua, mengakhirkan sahur. Nabi Muhammad SAW menganjurkan umatnya untuk mengakhirkan sahur. Jangan sampai sahur pada awal malam atau tengah malam. Usahakan sahur di akhir malam dan jangan pula terlalu dekat dengan waktu subuh supaya makannya tidak buru-buru. Anjuran mengakhirkan sahur ini didasarkan pada hadis riwayat Ahmad yang berbunyi “Umatku berada dalam kebaikan selama menyegerakan berbuka dan mengakhirkan sahur.”

Ketiga, tidak berbohong dan berkata kotor. Hal ini didasarkan pada hakikat puasa sebenarnya tidak hanya menahan haus dan lapar, melainkan juga menahan diri dari perbuatan maksiat dan keji atau kotor. Itulah esensi dasar dari ibadah puasa. Oleh sebab itu tidak dibenarkan untuk berbohong dan berkata kotor saat menjalankan ibadah puasa. Allah SWT tidak akan menerima puasanya orang yang berbohong dan berkata kotor. Hal ini sebagaimana sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Bukhori yang berbunyi , “Orang yang tidak meninggalkan berkata dusta dan berbuat dusta, maka Allah tidak peduli dengan haus dan lapar yang dia tahan.”

Itulah tiga kesunnahan yang dilakukan saat berpuasa yang sebaiknya diperhatikan. Puasa tidak hanya melatih jasmani saja, tetapi juga rohani. Wallahu A’lam Bishowab

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bagikan:

Artikel Lain