Empat Tanda Lailatul Qodar

lailatul qodar

Malam lailatul qodar adalah malam yang ditunggu kaum muslimin saat bulan Ramadhan tiba. Banyak keutamaan di malam mulia tersebut. Diantara keutamaan adalah diampuni dosanya yang sudah lampau maupun dosa setelahnya, pahala yang berlipat ganda, turunnya malaikat ke bumi, alam tersebut lebih baik dari seribu bulan dan lain sebagainya. Lalu bagaimana tanda-tanda malam Lailatul Qodar itu? Menurut Syekh Abil Fadl al-Ghumari ada empat tanda lailatul qodar

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ath-Thayalisi, Rasulullah SAW, “Lailatul qadar adalah malam yang penuh kelembutan, udara cerah, siang harinya tidak terlalu panas, juga tidak begitu dingin, pada pagi harinya Matahari bersinar lemah, dan tampak kemerah-merahan.”

Kebanyakan dari para ulama sependapat bahwa malam Lailatul Qadar memang berada pada sepuluh hari terakhir pada bulan Ramadhan  Dalam sebuah keterangan Syaikh Abdul Hamid al Quds al Makkiy (w. 1334 H), seorang ulama asal Kudus yang menjadi pengajar di Masjidil Haram menyatakan bahwa memang ada ikhtilaf para ulama dalam menyikapi tentang waktu Lailatul Qadar ini.

Lewat karyanya yang berjudul Kanz an Najah as Surur, Syech Abdul Hamid menyatakan bahwa hikmah dari tersembunyinya malam ini, agar umat Islam senantiasa mengagungkan dan bersungguh-sungguh dalam beramal khususnya pada sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan.

Adapun menurut  Syekh Abil Fadl al-Ghumari dalam kitab Ghayatul Ihsan terbagi menjadi empat pendapat tentang tanda laillatul qodar yaitu :

Pertama, yang bisa menemukan lailatul qadar hanyalah orang-orang yang sedang melakukan sujud.

Kedua, tampaknya cahaya pada setiap sudut tempat, bahkan tempat-tempat yang gelap gulita.

Ketiga, mendengar suatu panggilan dari malaikat.

Keempat, tanda-tandanya adalah diterimanya doa orang yang menemukan lailatul qadar. 

Itulah empat tanda lailatul qodar. Namun menurut pandangan Imam at-Thabrani, berbagai pendapat yang ada tentang tanda-tanda tersebut tidak dipastikan nyata adanya, karena untuk menemukan lailatul qadar tidak diharuskan melihat sesuatu ataupun mendengarnya. Waallahu A’lam bi Shawab.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bagikan:

Artikel Lain