Nasehat Para Sufi Tentang Adab

Menjaga adab atau kesopanan adalah salah satu hal paling penting dalam Islam. Maka para ulama sangat mengedepankan tentang pendidikan adab ini. Begitu juga dengan para sufi. Banyak sekali nasehat para sufi tentang adab yang sangat penting dalam perjalanan menuju Allah Ta’ala .  

Adab diambil dari kosa kata Arab yang berarti kesopanan, sopan santun, tata krama, moral, nilai-nilai, yang dianggap baik oleh masyarakat. Para ulama mapun sufi menempatkan adab ini.  Dalam buku Ensiklopedia Tasawuf Imam al-Ghazali karya Luqman Junaedi disebutkan bahwa adab menurut Rasulullah SAW adalah pendidikan tentang kebajikan yang merupakan bagian dari keimanan. Sementara  al-Hujwiri berpendapat, adab adalah keindahan dan kepatutan suatu urusan agama atau dunia. Kesemuanya itu dipengaruhi oleh tingkat pendidikan. Oleh karena itu, pendidikan memiliki nilai kemanusiaan yang tinggi.

Dalam buku Risalah Qusairiyah karya imam Abul Qasim al Qusyairi disebutkan bahwa hakekat adab adalah keterkumpulan kebaikan. Seorang yang beradab adalah yang telah mengumpulkan segala kebaikan. Para sufi sangat mengedepankan adab ini. Berikat nasehat sufi tentang tentang adab ini :

Pertama, al Jalajili Al Basri berkata,” Tauhid itu selalu berbarengan dengan iman. Barangsiapa tidak mempunyai iman, maka ia tidak punya tauhid. Iman berbarengan dengan syariat. Barangsiapa tidak mempunyai syariat, maka ia tidak punya iman dan tidak punya tauhid. Syariat selalu berbarengan dengan adab ( tatakrama). Barangsiapa yang tidak punya adab, maka ia tidak punya syraiat, tidak punya iman, tidak punya tauhid.”

Kedua, ustadz Abu ali Ad Daqaq ,” Meninggalkan sopan santun adalah suatu sebab menjadikannya harus diusir. Barangsiapa berakhlak buruk dalam suatau ruangan maka ia akan diusir ke pintu. Barangsiapa  berkahlak buruk, maka ia akan diusir ketempat binatang.”

Ketiga, Sahal bin Abdullah,” Barang siapa memaksa dirinya dengan adab, maka ia benera-benar beribadah kepada Allah dengan ikhlas.”

Keempat, Abu Nasr As Siraj At Thusi,” sopan santun dalam pergaulan manusia ada tiga tingkatan. Pertama, orang-orang ahli dunia. Kebanyakan adab mereka adalah kata-kata yang fasih, indah, menjaga pengetahuan, menjaga nama nama raja dan kemasyhuran. Kedua, adab orang yang ahli agama. Adab mereka adalah melatih jiwa, mendidik anggota tubuh. Menjaga batas-batas hukum, dan meninggalkan hawa nafsu. Ketiga, adab orang-orang khusus yaitu   mensucikan hati, menjaga rahasia, menepat janji, menjaga waktu, jarang terpengaruh oleh kondisi, bersopan santun di hadapan Allah waktu bermunajat dan menjaga diri.”

Kelima, Dzun Nun al Misri berkata,” Adab orang ahli makrifat berada diatas segala adab. Hal itu karena mereka dikenal sebagai orang yang pandai mendidik hati.”

Itulah beberapa nasehat para sufi tentang adab. Semoga bisa menjadi renungan. Wallahu A’lam Bi Showab.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bagikan:

Artikel Lain