Bersyukur Menurut Imam Ghazali

alhamdulillah

Bersyukur merupakan salah satu cara mendekatkan diri kepada Allah. Syukur adalah salah satu maqamat bagi pejalan ruhani untuk sampai ke derajat paling tinggi. Bersyukur menurut Imam Ghazali sebuah kenikmatan yang berasal dari Allah SWT dan telah diterima dan disadari oleh manusia.

Untuk itu rasa syukur harus selalu dilakukan dan ditingkatkan. Bersyukur menurut Imam Ghazali merupakan maqam yang mulia dan pangkat yang tinggi. Hal ini se sebagaimana firman Allah dalam al- Qur’an surat al-Nahl: 114 yang artinya : “Maka makanlah yang halal lagi baik dari rezeki yang telah diberikan Allah kepadamu; dan syukurilah nikmat Allah, jika kamu hanya menyembah Nya.”

Bersyukur adalah mengerahkan semua yang dimiliki untuk melakukan apa saja yang dicintai Allah SWT. Imam Ghazali dalam kitabnya mengatakan bahwa syukur itu mempunyai tiga aspek yaitu ilmu, hal atau keadaan dan amal. Aspek ilmu adalah pengetahuan tentang Allah yang dianugerahkan kepada seseorang sehingga muncul rasa bersyukur. Adapun aspek hal atau keadaan adalah adanya ekspresi ketika bersyukur. Misalnya rasa bahagia terhadap nikmat Allah sehingga ia bersyukur. Aspek ketiga atau adalah melakukan amal perbuatan atau ibadah apapun yang disenangi Allah sebagai Sang Pemberi Nikmat. 

Tentang amal ini berhubungan dengan tiga hal yaitu, hati, lisan dan anggota tubuh. Untuk hal ini Imam Ghazali memberi keterangan sebagai berikut

1. Bersyukur dengan hati yaitu dengan mengingat-ingat kembali seluruh kenikmatan yang diterimanya yang mencakup nikmat lahir maupun batin, yang tampak maupun tidak tampak seperti nikmati nafas, nyawa, iman, dan lain sebagainya.

2. Bersyukur dengan lisan, caranya adalah dengan mengungkapkan pujian-pujian untuk Tuhan, serta mengungkapkan rasa syukur tersebut dengan ungkapan. Misalnya dengan mengucapkan “Alhamdulillah”.

3. Bersyukur dengan perbuatan anggota tubuh yakni dengan menggerakkan semua anggota tubuh untuk hal-hal baik serta memanfaatkan hal tersebut sesuai dengan ajaran agama.

Itulah bersyukur menurut Imam Ghazali. Semoga kita dijadikan sebagai hamba yang selalu bersyukur sehingga akan mendapatkan ridha Allah SWT. Wallhu A’lam Bishowab

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bagikan:

Artikel Lain