Nasehat Sayidina Ali tentang Rukun-Rukun Islam

sayidina ali

Sayidina Ali ra. adalah salah satu sahabat Rasulullah saw, yang masyhur dengan luasnya ilmu. Banyak pendapat dan nasehatnya yang masih relevan hingga kini. Salah satunya adalah nasehat tentang rukun-rukun Islam.

Berikut adalah nasehat Sayidina Ali tentang rukun-rukun Islam yang diambil dari majalah Cahaya Sufi edisi Desember 2007 :

Pertama, Allah SWT mewajibkan iman untuk menyucikan diri dari kemusyrikan. Mewajibkan sholat untuk membersihkan diri dari kesombongan.  Zakat sebagai sebab mendatangkan rezeki. Puasa sebagai ujian untuk keikhlasan seorang hamba. Haji sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT. Jihad untuk kemuliaan Islam. Melarang perbuatan mungkar untuk mencegah kejahatan orang-orang bodoh. Menyambung silaturahim untuk menambah bilangan penduduk. Qishos untuk pencegah pembunuhan. Pelaksanaan hudud (hukuman) untuk memuliakan hal-hal yang dilarang. Meninggalkan khamar untuk menjaga akal. Menjauhkan diri dari pencurian untuk menjaga kehormatan. Meninggalkan zina untuk membentengi nasab. Kesaksian untuk mengalahkan bantahan. Meninggalkan dusta untuk mensyariatkan kebenaran. Perdamaian sebagai keamanan dari ancaman. Menyampaikan amanat sebagai peraturan dari umat. Ketaatan sebagai pengagungan atas kepemimpinan.

Dua, Sesungguhnya Allah telah mewajibkan atas kalian beberapa kewajiban( keagamaan), maka janganlah kalian menyia-nyiakannya. Dia telah menentukan kepada kalian hukum, maka janganlah kalian melanggarnya. Melarang kalian atas beberapa perkara, maka jangalah kalian memberanikan menceburkan diri di dalamnya. Dan Dia telah mendiamkan bagi kalian banyak hal., bukan akrena lupa, maka janganlah kalian menyusahkan diri kalian dengan membahasnya.

Ketiga, Sholat adalah sarana pendekatan (kepada Allah SWT) bagi setiap orang yang bertakwa. Sedangkan haji adalah jihad setiap orang yang lemah. Bagi segala sesuatu ada zakatnya, sedangkan zakat badan adalah puasa. Dan jihad kaum wanita adalah setia kepada suaminya.

Keempat, Tidak ada pendekatan diri kepada Allah SWT dengan melaksanakan ibadah yang sunnah jika hal itu yang memudaratkan ibadah yang wajib.

Kelima, sesungguhnya bagi hati ada saat-saat menerima (giat) dan ada pula saat-sat malas. Maka ketika ia sedang menerima, bebankanlah padanya ibadah-ibadah yang sunnah. Akan tetapi, ketika ia malas, cukuplah padanya ibadah-ibadah yang wajib.  

Itulah beberapa nasehat Sayidina Ali tentang memaknai rukun-rukun Islam. Wallahu A’lam Bishowab

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bagikan:

Artikel Lain