Tugas Ayah menurut Habib Abdullah al Hadad

ayah

Menjadi seorang ayah atau bapak adalah tugas mulia. Menurut habib Abdullah al Hadad ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika ingin menjadi ayah yang berhasil.

Mempersiapkan anak-anak agar menjadi bagian untuk membangun peradaban. Dalam keluarga, seorang ayah memberikan pengaruh dalam pembentukan dan karakter sebuah keluarga. Karena sosok ayah ini biasanya menjadi idola dan panutan. Sebenarnya peran orang tua dalam keluarga memang sama-sama penting. Namun ayah maupun ibu ini memiliki perannya masing – masing dalam mendidik dan mengasuh anak.

Rasulullah adalah sosok teladan dalam segala hal. Beliau adalah ayah terbaik bagi anak-anaknya dan suami terbaik bagi istri-istrinya serta kakek terbaik dari cucunya. Begitu juga para sahabat Rasulullah.  Bahkan dalam sebuah riwayat dikisahkan bahwa Umar bin Khatab pernah berjalan merangkak, sedangkan anak-anaknya naik di punggungnya sambil bermain. Umar berjalan seperti kuda. Orang-orang pun masuk dan melihat Khalifah mereka sedang melakukan hal itu. Mereka kemudian berkata: “Apa engkau pantas melakukan hal itu, Wahai Amirul Mukminin? Umar menjawab, “Ya, benar. Sayidina Umar kemudian pernah berkata, “Seorang Ayah seharusnya menjadi seperti anak-anak (yaitu dalam kelembutan dan keterbukaan) dalam keluarganya.” Beginilah seharusnya sikap seorang ayah bersama anak-anaknya di rumah. Sedangkan, bila bersama khalayak, ia harus menjadi laki-laki (yang tegas)

Berikut nasehat Habib Abdullah al Hadad tentang tugas seorang ayah yang disadur dari kitab an Nasaih ad Diniyah wal Washaya al Imaniyah :

Pertama, Mengurus segala hajat dan keperluan mereka manakala mereka membutuhkan.

Kedua, mendidik anaknya, membimbingnya kepada akhlak terpuji, kelakuan baik dan menjauhkan anak-anaknya dari perkara sebaliknya.

Ketiga, memberikan nama yang baik, memilihkan jodoh yang baik dan saleh. 

Keempat, berlaku adil dalam memberikan sesuatu kepada anak-anaknya. Tidak boleh melebihkan seorang atas lainnya yang disebabkan karena membedakan kasih sayang dan hawa nafsu.

Kelima, tugas yang teramat penting adalah memperelok perangai dan pendidikan anaknya. Hal itu wajib dilakukan agar mereka senantiasa berbuat baik, mengenal tugas dan kewajiban, mengerti semua perintah dan larangan agama, mengesampingkan urusan keduniaan, mengutamakan urusan akherat.   

Adapun orang yang mengabaikan pendidikan anaknya maka janganlah menyalahkan orang lain kalau anak tersebut durhaka. Kerugian senantiasa menimpa orang-orang yang lalai. Ketika anak durhaka jika diteliti adalah akibat orang tuanya menyia-nyiakan pemeliharaan anak-anak sejak kecil.

1 thought on “Tugas Ayah menurut Habib Abdullah al Hadad”

  1. Pingback: Habib Husein Pendakwah Youtubi » Pitutur ID

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bagikan:

Artikel Lain