Perayaan Maulid Nabi Dimata Para Sufi

Maulidur-Rasul

Bulan maulid adalah bulan yang ditunggu tunggu oleh para sufi. Bagaimana pendapat mereka tentang perayaan Maulid Nabi ini?

PITUTUR ID. Para sufi menjadikan bulan maulid sebagai bulan berkah. Tidak sedikit dari mereka memberikan pendapatnya tentang hal ini. Sebagian besar mengatakan bahwa merayakan Maulid Nabi adalah sesuatu yang mempunyai nilai ibadah.

Menurut KH Masdar Farid Mas’udi peringatan Maulid Nabi saw telah ditradisikan oleh umat Islam di sejak berabad-abad merupakan tradisi tasawuf. Artinya upacara peringatan ini merupakan amalan yang dilakukan ulama sufi semenjak dahulu.

Berikut adalah ungkapan para sufi tentang berkah perayaan Maulid Nabi Muhammad saw.

Syekh Hasan al Basri mengatakan, “Seandainya aku mempunyai emas setinggi gunung Uhud, maka aku akan membelanjakannya untuk perayaan Maulid Nabi saw.”

Adapun Syekh Junaid al Baghdadi berkata, “Barangsiapa yang menghadiri majlis Maulid Nabi saw. dan membesarkan kedudukannya, maka sesungguhnya ia telah mencapai kekuatan iman”. 

Sedangkan Syekh Ma’ruf al-Kharki menyatakan, “Siapa yang menyediakan makanan untuk majlis membaca maulid Nabi saw. mengumpulkan saudaranya, menyalakan lampu, memakai pakaian yang baru, menyemprotkan wewangian dan memakai wewangian karena mengangungkan kelahiran Nabi saw, niscaya Allah akan mengumpulkannya pada hari kiamat bersama kelompok pertama para Nabi dan dan ditempatkan di tempat paling tinggi.”

Sufi lainnya yaitu Sari as-Saqati mengatakan “Siapa yang pergi ke suatu tempat yang di dalamnya dibacakan Maulid Nabi saw. maka sesungguhnya ia telah pergi ke satu taman dari taman-taman surga.”

Pernyataan para sufi agung di atas diambil dari kitab “An-Ni’matul Kubra ‘alal ‘Alami fi Maulidi Sayyidi Waladi Adam” karya Imam Ibnu Hajar al-Haitami. Wa Allahu A’lam Bhisowab.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bagikan:

Artikel Lain