Enam Nilai Positif Uzlah Menurut Imam Al Ghazali

merenung

PITUTUR ID. Uzlah atau mengasingkan diri dalam dunia sufi adalah salah satu cara untuk mendekatkan diri kepada Sang Khalik. Berapa ulama tasawuf membahas uzlah ini dalam beberapa kitabnya. Salah satunya adalah Imam Al Ghazali yang menyebutkan nilai positif uzlah.


Imam al-Ghazali memberikan perhatian yang khusus tentang uzlah ini. Dalam karya nya berjudul Minhaj al-Abidin, beliau memasukan uzlah sebagai empat perkara yang menggoda manusia.

Tahapan yang harus dilalui seroang sufi tersebut adalah uzlah (menyendiri), khalwat (menyepi), riyadhah (olah jiwa), dan mujahadah (sungguh-sungguh) demi memperbaiki hati dan akhlak agar selalu ingat Allah swt, sehingga dapat merasakan (dzauq) hasil yang dilakukan.

Menurut beliau seseorang ahli ibadah, sangat perlu untuk mengasingkan diri dan menjaga diri dari masyarakat (uzlah). Dalam praktek kesufian menurut Al-Ghazali menjelaskan harus melalui dilalui beberapa tahap.

Tahapan yang harus dilalui seroang sufi tersebut adalah uzlah (menyendiri), khalwat (menyepi), riyadhah (olah jiwa), dan mujahadah (sungguh-sungguh) demi memperbaiki hati dan akhlak agar selalu ingat Allah swt, sehingga dapat merasakan (dzauq) hasil yang dilakukan.

Dalam buku berjudul Kisah-Kisah Ajaib Imam Al Ghazali, karya Mukti Ali menyebutkan bahwa Imam Al Ghazali memandang uzlah mempunyai dampak positif dan negatif. Menurut Imam al Ghazali ada enam nilai positif dari uzlah itu sendiri.

Tentang uzlah ini Imam al Ghazali menyebutkan setidaknya ada enam nilai ibadah, yaitu:

Pertama, mencurahkan tenaga untuk beribadah, berfikir, bersahabat dan bermunajat kepada Allah SWT dan berkonsentrasi penuh menyibak rahasia-rahasia Tuhan.


Kedua, terhindar dari kebiasaan buruk yang bisa merugikan dan mencelakakan orang lain seperti membicarakan kelemahan orang lain, fitnah, adu domba, riya’ dan lain-lain.


Ketiga, bebas dari marabahaya dan selamat dari permusuhan dan pertikaian.


Keempat, terhindar dari kebiasaan buruk yang dilakukan orang lain seperti fitnah, bohong dan lain sebagainya.


Kelima, memutuskan perasaan pamrih yang timbul dari diri atau sebaliknya.


Keenam, terhindar dari menyaksikan orang-orang yang suka menyusahkan dan terhindar dari moral yang bodoh dan merusak.

Itulah nilai-nilai ibadah yang bisa tentang uzlah yang bisa diambil dari pemikiran Hujjatul Islam, al Imam al Ghazali. Tentu tergantung kita apakah akan memulainya untuk lebih takarub kepada Allah Ta’ala. Wallahu A’lam Bishowab.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bagikan:

Artikel Lain