Waspada Enam Hal yang Menumbuhkan Riya’

riya

PITUTURID. Riya’ atau pamer adalah salah satu sikap yang harus dihindari. Riya berpotensi mendatangkan kemudaratan . Untuk itu hindari tempat-tempat yang menumbuhkan riya’ seperti yang dikatakan imam al Ghazali.


Dalam Kitab al-Arba’in di Ushuluddin menyebutkan ada 6 tempat yang sangat berpotensi menumbuhkan riya’. Berikut adalah keenam tempat yang mendatangkan riya sebagaimana disadur dari tulisan Ahmad Dirgahayu Hidayat di laman nu.or.id :


Pertama, dalam bentuk badan dan raut muka. Imam Al-Ghazali menyebut beberapa contoh menampakkan badan yang kerempeng dan lemah agar orang-orang melihatnya seperti seorang ahli ibadah, ahli riyadhah, puasa.


Kedua, dalam penampilan. Untuk hal ini Imam Ghazali mencontohkan mencukur kumis agar terlihat lebih menawan, memesona agar membuat orang terpukau. Atau menampakkan bekas sujud di dahi agar tidak diragukan kualitas sujudnya, dan hal-hal serupa.


Ketiga, gaya berpakaian. Tentang gaya berpakaian berpotensi riya misalnya berpakaian lusuh dengan beberapa tambalan dengan tujuan agar terlihat sebagai seorang sufi besar lagi bersahaja. Atau berpakaian mewah agar menjadi terlihat lebih keren dan berwibawa.


Keempat, riya’ dengan ucapan. Sebaiknya berhati-hati. Karena, orang alim pun tidak terlepas dari penyakit riya’. Wajar saja bila baginda Nabi Muhammad saw bersabda dalam hadist riwayat Mu’âdz bin Jabal, Min fitnatil âlim, an yakunal kalam ahabba ilaihi min al-istima’, “Termasuk ujian besar seorang alim, yaitu ketika ia lebih suka berbicara daripada mendengar”.


Kelima, riya’ dalam perbuatan. Hal tersebut dicontohkan Imam Ghazali seperti memperlama rukuk dan sujud. Kemudian sedekah, puasa, haji, dan lain sebagainya sangat potensial untuk memunculkan riya’. Bahkan, gerak-gerik tubuh kita pun ketika melenceng dari niat luhur kerapkali terjerumus dalam penyakit hati ini.


Keenam, riya’ juga bisa tumbuh karena banyaknya murid, teman, dan guru yang bisa dipamerkan. Atau seseorang yang berkunjung kepada para gurunya, dekat dengan orang alim sehingga ia memiliki branding diri yang baik di mata umat.

Itulah hal-hal yang mampu menumbuhkan riyamenurut Imam Al Ghazali. Wallahu A’lam Bishowab

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bagikan:

Artikel Lain