Tiga Rasa Syukur Menurut Imam al Qusyairi

Bersyukur menjadi kewajiban setiap orang muslim. Allah SWT selalu membalas hamba-hambanya yang bersyukur. Bahkan Rasulullah saw. sendiri selalu bersyukur setiap hari dengan memperbanyak ibadah padahal beliau telah dijamin Allah SWT.

Menurut satu ungkapan yang ada dalam kitab Risalah Qusyairiah disebutkan bahwa Nabi Dawud as. Pernah mengatakan,” Ya Tuhan, bagaimana saya bersyukur kepada Mu, sedangkan syukur ku pada Mu hanyalah (karena) kenikmatan-Mu?” Allah SWT. kemudian menurunkan wahyu kepadanya,” Sekarang engkau telah beryukur kepadaku.”

Disebutkan bahwa syukur itu menjadi tiga.

Pertama, syukur dengan lisan. Rasa syukur ini adalah mengakui kenikmatan yang telah diberikan Allah SWT dengan sikap merendahkan diri. Syukur dengan lisan adalah syukurnya orang berilmu. Ini dapat direalisasikan dengan bentuk ucapan.  

Kedua, syukur dengan badan. Syukur jenis ini adalah selalu melayani dan mengabdi kepada Allah SWT. Syukur jenis ini dilakukan oleh ahli ibadah karena direalisasikan dengan bentuk perbuatan.

Ketiga, syukur dengan hati. Rasa syukur dengan hati adalah  selalu konsisten menjaga keagungan Allah.  Rasa syukur dalam hati ini adalah syukurnya orang yang makrifat. Ini dapat terwujud dengan melakukan semua hal ihwal (kesejatian)  secara konsisten.       

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bagikan:

Artikel Lain

lailatul qodar

Empat Tanda Lailatul Qodar

Malam lailatul qodar adalah malam yang ditunggu kaum muslimin saat bulan Ramadhan tiba. Banyak keutamaan di malam mulia tersebut. Diantara keutamaan adalah diampuni dosanya yang