Tawakal Menurut Hatim al Asham

Hatim al Asham  adalah seorang sufi dan ulama yang banyak hikmah dan nasehat. Ulama besar Khurasan ini bernama lengkap Abu Abdul Rahman Hatim bin Alwan. Julukan asham atau tuli karena dalam riwayatnya pernah berpura-pura tuli karena ingin menjaga kehormatan orang lain. Beliau dikenal juga sebagai ulama sangat santun dan dikenal dermawan.

 Dalam memahami nilai tawakal, tersebut dalam kitab Al Jami’ li Syuabil Iman bahwa Hatim Al-Asham pernah ditanya, ”Apa saja dasar pemikiranmu tentang tawakal?” Ia menjawab, ”Dasar pemikiranku ada empat, yaitu rezekiku tidak akan dimakan orang lain, maka aku tidak begitu resah. Amalku tidak akan dikerjakan orang lain, karena akulah yang mengerjakannya. Kematian akan datang kepadaku secara tiba-tiba, maka aku harus segera mempersiapkan kebutuhannya, dan yang keempat, aku sadar bahwa diriku ini berada dalam pengawasan Allah, maka aku malu berbuat maksiat kepada-Nya.”Berikut nasehatnya tentang tawakal. Menurut beliau tawakal itu ada empat bentuk :

  1. Tawakal atas makhluk  yaitu tawakal yang ditandai dengan keadaaan dimana dirinya berpendirian bahwa “Sepanjang ada si anu, maka tiada kesulitan/kesedihan bagiku”.
  2. Tawakal atas harta yaitu seseorang yang berpendirian bahwa sepanjang aku punya harta banyak, maka tiada bahaya sedikitpun yang akan menimpa diriku”.
  3. Tawakal atas pribadi / diri sendiri yaitu seseorang berpendirian, selama tubuhku sehat, maka tiada kekurangan sedikitpun bagiku”.
  4. Tawakal kepada Tuhan yaitu seseorang berpendirian tidak memperdulikan dirinya  ,enjadi orang kaya atau miskin, sebab Allah selalu menyertaiku. Dialah yang menjaminku dengan cara yang Dia kehendaki.

Disebutkan bahwa jenis tawakal pertama, kedua dan ketiga adalah tawakal yang biasa dilakukan orang-orang bodoh.

1 thought on “Tawakal Menurut Hatim al Asham”

  1. Pingback: Beginilah para Sufi Bertawakal » Pitutur ID

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bagikan:

Artikel Lain