Nasehat Syeikh Abdul Qadir Jilani tentang Dua Kesucian

Kesucian menurut Syeikh Abdul Qodir Jilani ada dua macam yaitu kesucian zahir dan batin. Kesucian zahir diperoleh dengan air syariat. Sedangkan kesucian batin didapatkan dengan air tobat, talqin, penjernihan hati dan menempuh jalan spiritual.

 Jika wudhu syariat batal oleh sebab keluarnya najis, maka ia wajib diulang kembali. Rasulullah saw bersabda : “Barangsiapa memperbaharui wudhunya maka akan diperbaharui imannya oleh Allah Taa’la. Namun jika wudhu batin yang batal oleh sebab perbuatan-perbuatan tercela dan akhlak yang rendah seperti sombong, dendam, iri, ujub, membicarakan kejelekan orang lain, dusta, khianat, yaitu seperti khianat mata, kedua tangan, kaki dan telinga sebagaimana disebut dalam sabda Rasulullah saw, “ Kedua mata dan telinga dapat berzina.” Maka memperbaharuinya dengan mengikhlaskan taubah (beranjak dari dosa besar kepada kepatuhan). Dari perbuatan-perbuatan yang merusak itu dan memperbaharui inabah (kembali kepada Allah dan meninggalkan apapun selain-Nya) dengan cara menyesal, memohon ampun, dan menyibukkan diri dalam upaya mengeluarkan perbuatan-perbuatan dosa itu dari dalam batin.

Orang yang mengenal Allah harus menjaga tobatnya dari penyakit-penyakit yang tersebut demi kesempurnaan pertaliannya dengan Allah Taa’la. Allah Taa’la berfirman,” Inilah yang dijanjikan kepada setiap hamba yang selalu kembali kepada Allah dan memelihara semua perbuatannya. (Q.S al Qof [ 50]:32)

Wudhu dan solat zahir seseorang bersifat temporal, sedangkan wudhu dan solat batin seseorang bersifat kontinu sepanjang haru siang maupun malam.  ( dikutip dari buku Titian Mahabbah : Jalan Spiritual Menuju Sang Khalik)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bagikan:

Artikel Lain

lailatul qodar

Empat Tanda Lailatul Qodar

Malam lailatul qodar adalah malam yang ditunggu kaum muslimin saat bulan Ramadhan tiba. Banyak keutamaan di malam mulia tersebut. Diantara keutamaan adalah diampuni dosanya yang