Saat Seekor Harimau Kalah dengan Kambing Kiai Soleh Darat

Suatu saat Kiai Soleh Darat kedatangan tamu pada saat mengajar di malam hari. Tamu itu kemudian duduk dan menunggu. Setelah usai mengaji, Kiai Soleh menemui tamu tersebut.  

“Anda datang ke sini naik apa?” tanya Kia Soleh

 ” Naik harimau,” jawab si tamu dengan pongah. 

” Lho harimau itu diikat dimana sekarang,” ujar kiai Soleh.

“Saya ikat di luar pagar sana itu. Khawatir menakuti para santri,” jawabnya.

Mendengar hal itu Kiai Soleh hanya tersenyum. Lanta ia menyuruh salah seorang santri untuk menuntun macan tersebut dan dimasukkan ke kandang kambingnya. Kemudian santri itu tanpa rasa takut menuntun macan itu dan memasukkannya di kanang kambing.

Mengetahui perintah tersebut tamunya menjadi khawatir, lalu berkata, “Jangan dimasukkan kandang kambing, nanti dimakan semua sama macan saya.”

“ Tidak apa-apa, kambing saya akan aman kok,” jawab Kiai Soleh.

Karena sudah larut malam, tamu tersebut kemudian dipersilahkan menginap. Sebelum tidur malam itu, si tamu membayangkan harimau miliknya memakan kambing milik Kiai Soleh.

Pagipun datang. Si tamu masih dengan rasa sombong, menengok ke kandang kambing. Namun betapa kaget tamu tersebut mendapatkan harimau miliknya mati. Bahkan terdengar suara kambing yang riuh seakan bangkai harimau itu segera disingkirkan. Terlihat seekor kambing besar mulutnya tampak merah. Diduga si kambing itulah yang membunuh si harimau. Melihat kejadian ini si tamu minta maaf atas kesombongannya.

Itulah sedikit cerita tentang kiai Soleh Darat. Ulama ini adalah mahaguru para kiai Nusantara. Diantara murid-muridnya yang masyhur adalah KH Hasyim Asy’ari, KH. Ahmad Dahlan dan RA Kartini. Kiai soleh juga dikenal sebagai ulama yang produktif menulis berbagai kitab dan karya-karyanya masih dibaca hingga sekarang.

Kiai Soleh Darat bernama lengkap Muhammad Soleh Bin Umar. Beliau lahir sekitar tahun 1820 /1235 H di Dukuh Kedung Jumbleng, Desa Ngroto Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara. Ayahnya dikenal sebagai seorang kiai yang merupakan pejuang bersama Pangeran Diponegoro.

Nama Darat yang dipakai oleh KH. Soleh yang terkait dengan di kawasan dekat pantai utara Semarang yakni, tempat berlabuhnya (mendarat) orang-orang dari luar Jawa.  Saat ini nama Darat tetap lestari dan dijadikan prasasti nama kampung dan menjadi dua daerah yaitu Nipah Darat dan Darat Tirto. Kedua daerah ini masuk ke wilayah Kelurahan Dadapsari, Kecamatan Semarang Utara.

Seperti anak kiai pas umumnya sejak kecil sudah mengkaji ilmu-ilmu agama. Sebelum meninggalkan tanah air ke Mekah, kiai Soleh tercatat pernah berguru kepada KH. M. Syahid di Pesantren Waturoyo, Margoyoso Kajen, Patim  KH. Raden Haji Muhammad Soleh bin Asnawi, Kudus, KH. Ishak Damaran, Semarang, KH. Abu Abdillah Muhammad bin Hadi Buquni, Semarang, KH. Ahmad Bafaqih Ba’alawi, Semarang dan Mbah Ahmad (Muhammad) Alim Bulus Gebang Purworejo.

Setelah itu melanjutkan pendidikannya di Mekah. Di sana berguru dengan Syekh Muhammad al-Maqri al-Mashri al-Makki, Syekh Muhammad bin Sulaiman Hasballah, Sayyid Ahmad bin Zaini Dahlan dan Sayyid Muhammad Shalih al-Zawawi al-Makki, Syekh Ahmad al-Nahrawi al-Mishri al-Makki,  Syeikh Yusuf al-Sanbalawi al-Mishri dan Syekh Jamal.

Semasa belajar di Makkah, KH. Soleh Darat banyak bersentuhan dengan ulama-ulama Indonesia diantaranya yang kemudian menjadi ulama tersohor seperti Syekh Nawawi al-Bantani, Syekh Ahmad Khatib, KH. Mahfuzh a-Tirmasi dan KH. Kholil Bangkalan, Madura

Kiai Soleh kesohor dengan karya-karyanya yang monumental. Berikut beberapa karya Majmu’at Syari’at al-Kafiyat li al-Awam, Munjiyat Metik Sangking Ihya’ Ulum al-Din al-Ghazali,Terjemahan Al-Hikam karya Ahmad bin Athailah, Lathaif al-Thaharah, Manasik al-Haj,Pasolatan, terjemahan Sabillu ‘Abid terjemahan Jauhar al-Tauhid, karya Ibrahim Laqqani, Minhaj al-Atkiya’, Al-Mursyid al-Wajiz, Hadits al-Mi’raj, Syarh Maulid al-Burdah, Faidh al-Rahman dan Asnar al-Shalah. Sebagian besar kitabnya ditulis dengan huruf Arab Pegon.

Kiai Soleh wafat pada hari Jum’at Wage 28 Ramadan 1321 H atau pada 18 Desember 1903 dalam usia 83 tahun dan dimakamkan di Bergota Semarang. Hingga kini setiap tanggal 10 Syawal diadakan haul. Banyak  masyarakat dari berbagai penjuru kota berziarah di makamnya.

(dari berbagai sumber)

2 Responses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bagikan:

Artikel Lain

lailatul qodar

Empat Tanda Lailatul Qodar

Malam lailatul qodar adalah malam yang ditunggu kaum muslimin saat bulan Ramadhan tiba. Banyak keutamaan di malam mulia tersebut. Diantara keutamaan adalah diampuni dosanya yang