Makbulnya Doa Kiai Siroj Saat Erupsi Merapi

Syahdan tahun 1935 gunung Merapi meletus. Dikhwatirkan letusan Merapi ini akan menimbulkan banyak korban yang meninggal. Melihat kondisi ini, Belanda mencari bantuan kepada para kyai.

Atas saran Danu Sugondo, Bupati Magelang kala itu  agar meminta Belanda meminta bantuan kepada Kiai Siroj Payaman. Maka mereka sepakat sowan ke Kiai Siroj Payaman untuk minta doa.

Permohonan doanya dikabulkan, Kota Magelang aman dari terjangan erupsi Merapi. Dengan izin Allah, Gunung Merapi berhenti meletus.

Kemudian Belanda memberikan gelar Romo Agung kepada Kiai Siroj. Namun kejadian itu oleh para santri Kiai Siroj dikaitkan dengan dengan rutinitas pembacaan Kitab Bukhori yang dikenal dengan pengajian Semaan Bukhoren. Tradisi ini masih ada sekarang.

Disebutkan pula pada tiap hari selasa Mbah Kiai Siroj mengadakan pengajian akbar. Suatu ketika acara bukhoren ini dicurigai oleh Belanda sebagai tempat diskusi melawan penjajah.

Dengan pesawatnya tempurnya mereka membombardir Payaman dari udara. Masjid Kiai Siroj tembaki saat ada acara pengajian. Jama’ah yang ada didalam masjid panik dan Kiai Siroj hanya berzikir.  

Banyak pohon yang terbakar dan tumbang, namun anehnya tidak ada korban nyawa dari serangan tersebut. Masjid tempat doa Kiai Siroj hanya rusak atapnya saja.

Itulah salah satu karomah Kiai Siroj. Ulama masyhur kota Magelang ini KH. Muhammad Siradj atau yang kerap disapa dengan panggilan KH. Siroj Payaman atau KH. Anwari Sirajd. Beliau lahir pada tahun 1878 M di desa Payaman Magelang, Jawa Tengah.

Kiai Siroj merupakan teman seperguruan dari Kiai Dahlar pendiri sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Watucongol Magelang dan KH. Hasyim Asy’ari pendiri Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang. Disebutkan beliau pernah menjadi santri di beberapa pesantren.

Diantaranya pernah belajar kepada KH. Ma`sum Punduh, Tempuran Magelang. Tercatat pula pernah nyantri kepada KH. Kholil Bangkalan Madura.  Setelah itu melanjutkan studinya ke Mekah Al-Mukarromah.

Pada tahun 1947, KH. Muhammad Siradj mendirikan Pondok Pesantren Kidul di Dusun Karang Geneng, Payaman. Namun pada tahun 1957, Pondok Pesantren Kidul dipindah ke samping Masjid Agung Payaman agar lebih dekat dengan rumah beliau. KH. Muhammad Siradj wafat pada Kamis Pahing 15 Safar 1379 H atau 20 Agustus 1959 M. (Dari berbagai sumber)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bagikan:

Artikel Lain