Pria Misterius yang Tiba-Tiba Mencangkul Tanah Milik Habib Abdurrahman

Tahun 1990-an Habib Abdurrahman bin Ahmad Assegaf akan membuka Majlis Taklim Al-Buyro di Parung Banteng Bogor. Di daerah tersebut sangat sulit mencari sumber mata air. Hal tersebut membuat prihatin dan kemudian melakukan munajat kepada Allah Ta’ala selama 40 hari 40 malam. Beliau memohon petunjuk lokasi sumber air.

Namun pada hari ke 41, sumber belum juga ditemukan. Namun Habib Abdurrahman tidak putus asa. Beliau terus melakukan munajat memohon petunjuk Allah SWT. Tak lama kemudian, entah darimana datangnya, tampak  seorang lelaki membawa cangkul. Lelaki misterius itu kemudian mencangkul tanah dekat rumahnya. Setelah selesai ia bergegas pergi. Tanah bekas cangkulannya itu ditinggal begitu saja.  

Tak lama kemudian terlihat air merembes dari tanah bekas cangkulan itu. Maka masalah menjadi selesai. Sumber air yang susah didapat dengan cara yang misterius dengan cara yang mudah. Konon lelaki misterius itu adalah Syeikh Abdul Qodir al Jilani. Sampai kini sumber air bersih itu dimanfaatkan oleh warga Parung Banteng dan keperluan Majelis Taklim Al-Busyro.

Habib Abdurrahman bin Ahmad bin Abdul Qadir As Segaf  adalah satu ulama yang sangat dihormati di wilayah Jakarta. Beliau adalah guru yang melahirkan banyak murid mumpuni. Hampir ulama Jakarta generasi sekarang pernah berguru kepadanya.

Habib Abdurrahman lahir tahun 1908 di Cimanggu, Bogor, Jawa Barat.  Ayahnya Habib Ahmad bin AbdulQadir Assegaf wafat ketika beliau masih kecil. Tapi kondisi itu tidak menjadi halangan baginya untuk giat belajar. Menurut salah satu putranya,  Habib Ali bin Abdurrahman ayahnya adalah orang yang tidak mampu “Barangkali dari seluruh anak yatim, yang termiskin adalah saya. Waktu lebaran, anak-anak mengenakan sandal atau sepatu, tapi saya tidak punya sandal apalagi sepatu. Tidurnya pun di bangku sekolah. Tapi, kesulitan seperti itu tidak menyurutkannya untuk giat belajar,” kata Habib Ali

Disebutkan selain Habib Empang Bogor, guru-guru Habib Abdurrahman antara lain Habib Alwi bin Thohir Al-Haddad (Mufti Johor, Malaysia), Habib Alwi bin Muhammad bin Thohir AlHaddad, Habib Ali bin Husein Al-Aththas (Bungur, Jakarta), Habib Ali bin Abdurrahman Al-Habsyi (Kwitang, Jakarta), K.H.Mahmud (ulama besar Betawi) dan Prof.Abdullah bin Nuh (Bogor).Pernah jugamengenyam pendidikan di Jami’at Al-Khair, Jakarta.

Habib Abdurrahman dikenal sangat tekun dan rajin dalam mencari ilmu. Bahkan dirinya rela jalan puluhan kilometer belajar pada ulama. Habib Abdurrahman juga dikenal sebagai penulis dan orator yang handal. Diantara kita-kitab karyanya adalah Hilyatul Janan fi Hadyil Qur’an, Syafinatus Said, Misbahuz Zaman, Bunyatul Umahat dan Buah Delima. Karya-karyanya tidak hanya berbahasa Arab, tapi juga dalam bahasa Melayu danSunda yang ditulis dengan huruf Arab Jawi atau pegon. Sayang karya itu hanya dicetak dalam jumlah terbatas dan hanya dibagikan kepada para santri dan siswa Madrasah Tsaqafah Islamiyyah.

Habib ali wafat pada usia 100 tahun dan di pemakaman Kampung Lolongok, tepatnya di belakang Kramat Empang Bogor.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bagikan:

Artikel Lain

doa

Doa-Doa Nabi Muhammad saw

Doa-doa Nabi Muhammad saw yang penting untuk diamalkan. PITUTUR ID. Doa adalah pangkalnya ibadah. Demikian sabda Rasulullah saw dalam buah hadis sahih yang diriwayatkan oleh