Sri Sultan Hamengkubuwono IX Mencari Doa Sapu Jagat

Sri Sultan Hamengku Buwono IX

Dikisahkan bahwa Sri Sultan Hamengkubuwono IX Yogyakarta pernah bermimpi. Dalam tidurnya beliau mendapatkan sebuah isyarat yang unik. Ada sebuah perintah yang berbunyi “Carilah doa sapu jagat kepada kiai yang berdomisili ada di perkampungan tebu kobong atau tebu yang terbakar.”


Setelah bangun, Sri Sultan tidak langsung tahu. “Di mana perkampungan tebu yang terbakar itu,”pikirnya. Setelah itu beliau mencari tahu kampung yang dimaksud. Selain itu, beliau juga mencari siapa gerangan ulama yang dirinya disuruh meminta doa sapu jagat. Hingga akhirnya beliau berhasil menemukan sosok kampung dan ulama yang ada dalam mimpinya.

Ulama tersebut adalah Hadratussyekh Muhammad Hasyim Asy’ari, pendiri seorang Nahdlatul Ulama (NU). Dan perkampungan tebu kobong yang dimaksud adalah Tebuireng, Jombang, Jawa Timur. Kemudian Sri Sultan pergi ke kediaman KH Hasyim Asy’ari di Tebuireng. Setelah bertemu beliau langsung bertanya perihal doa sapu jagat yang ada dalam mimpinya itu.

Kemudian Mbah Hasyim berkata “Setahu saya, doa sapu jagat yang paling lengkap adalah:


رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

“Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka,” (QS Al-Baqarah: 201).

Kisah sultan Hamengkubuwono dan KH Hasyim Asy’ari ini disadur dari cerita KH Abdul Qayyum Manshur, pengasuh pesantren An Nur, Lasem, Rembang Jawa yang dilansir dari laman nu.or.id.


Sri Sultan Hamengkubuwono IX adalah anak kesembilan dari Sultan Hamengkubuwono VIII dengan RA Kustilah. Beliau lahir 12 April 1912 dengan nama Bendoro Raden Mas Dorodjatun di Ngasem. Menjadi Sultan Yogyakarta pada 18 Maret 1940.


Sultan pernah mengenyam pendidikan di Frobel School (setara TK) asuhan Juffrouw Willer di Bintaran Kidul. Kemudian Eerste Europese Lagere School (1925), Hogere Burger School (HBS, setingkat SMP dan SMU) di Semarang dan Bandung (1931), serta Rijkuniversiteit Leiden, jurusan Indologie (ilmu tentang Indonesia) kemudian ekonomi ini juga sangat menaruh perhatian.

Di bawah pimpinan Hamengkubuwono IX Kesultanan Yogyakarta mengalami banyak perubahan. Sri Sultan dikenal sangat berani dan tegas menentang penjajah. Sri Sultan mendorong pejuang kemerdekaan kala itu untuk bisa merdeka dan memberi status Istimewa bagi Yogyakarta.

Bersama dengan Paku Alam IX menjadi penguasa lokal pertama yang menggabungkan diri ke Republik Indonesia setelah kemerdekaan.
Sri Sultan diangkat menjadi Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta pertama oleh Presiden Soekarno tepat di Hari Proklamasi pada 17 Agustus 1945. Jabatan tersebut diembannya hingga wafat.

Banyak jabatan yang pernah dipegang yaitu sebagai menteri hingga wakil presiden. Hamengkubuwono IX yang juga dikenal sebagai Bapak Pramuka Indonesia.

Tepat tanggal 2 Oktober 1988 malam Raja Kesultanan Yogyakarta wafat di George Washington University Medical Center, Amerika. Jenazahnya kemudian dibawa ke tanah air dan dimakamkan di kawasan pemakaman keluarga kraton di Imogiri, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bagikan:

Artikel Lain