Kulit Roti Kiai Hamid

Ini kisah tentang kulit roti yang disuguhkan oleh istri Kiai Hamid. Diceritakan suatu hari Kiai Hamid Pasuruan mempunyai niat ingin bertirakat yaitu dengan tidak makan nasi (tirakat). Namun niat ini tidak diketahui oleh istrinya. Maka istrinya seperti biasa menyuguhkan roti kepada Kiai Hamid.

Mendapat suguhan makanan itu, Kiai Hamid memakannya untuk menyenangkan hati istrinya. Namun Kiai Hamid hanya memakan kulit rori saja. Melihat apa yang dilakukan kiai istrinya berkata dalam hati, “O, rupanya dia suka kulit roti,” pikir istrinya.

Esoknya harinya bu Nyai memberikan membeli roti dalam jumlah yang cukup besar. Namun beda dengan hari sebelumnya. Roti yang disuguhkannya itu hanya kulit roti saja. Melihat hal ini  Kiai Hamid kemudian tertawa. “Aku bukan penggemar kulit roti. Kalau aku memakannya kemarin, itu karena aku tirakat,” ujarnya.

Itu sebuah kisah lucu tentang kiai Hamid Pasuruan. Namun tidak hanya kisah lucu, ada beberapa kisah karomah Kiai Hamid. Kiai Pasuruan ini memang dikenal sebagai waliyullah. Kiai Hamid tidak  hanya dikenal di Pasuruan tapi juga di tempat-tempat lain.

Kiai Hamid adalah anak ketiga dari tujuh belas bersaudara, lima di antaranya saudara seibu. Hamid kecil dibesarkan di tengah keluarga santri. Ayahnya, Kiai Umar dikenal sebagai ulama di Lasem, dan ibunya adalah anak Kiai Shiddiq, juga ulama di Lasem dan meninggal di Jember.

KH Abdul Hamid lahir pada tahun 1333 H, di Desa Sumber Girang, Lasem, Rembang, Jawa Tengah . beliau melewati masa pendidikannya mulai dari Pesantren Talangsari, Jember, Pesantren Kasingan, Rembang, Jateng,  Pesantren Tremas, Pacitan.

Disebutkan bahwa sejak kecil Kiai Hamid sudah menunjukkan tanda-tanda kewalian. Ketika diajak kakeknya, KH. Muhammad Shiddiq (Jember), beliau bertemu dengan Rasulullah SAW.   Kiai Hamid dikenal karena kesabarannya. Sangat jarang dilihat marah, baik kepada santri maupun kepada keluarganya.

KH. Hamid menikah dengan Nyai Nafisah pada 12 September 1940 M, bertepatan dengan 9 Sya’ban 1359 H, selepas duhur pukul 1.00 di Masjid Jami’ sekarang menjadi Masjid Agung Al-Anwar Pasuruan. Kiai Hamid dan wafat 25 Desember 1985

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bagikan:

Artikel Lain

qiraah

Ilmu Qiraah dan Asal Usulnya

Ilmu Qiraah atau ilmu yang membahas tentang cara pengucapan tiap kata dari al Quran ternyata mempunyai berbagai jalur penuturan. Meskipun berbeda-beda namun tetap mengacu pada