Kisah Ajaib Tuan Guru Ahmad Mengajak Buruh Tani Pergi Haji

guru ahmad

Dikisahkan pada suatu hari ada seorang buruh tani ingin melihat Ka’bah. Keinginan tersebut muncul tatkala majikannya akan berangkat haji. Namun mimpi itu tentu akan lama terwujud mengingat gajinya sebagai buruh tani amatlah kecil. Ia kemudian bersua dengan Tuan Guru Ahmad Tretetet.

Tiba-tiba Tuan Guru berkata dan menunjuk mukanya: “Haji kamu, haji. Allah”. Apa yang diucapkan ulama ini membuat buruh tersebut ternganga. Bahkan Tuan Guru bahkan memintanya mengadakan selamatan. Tentu permintaan itu membuat dirinya panik karena ia tidak punya uang. Esok paginya, Tuan Guru datang bersama beberapa orang.

Namun ada hal aneh Tuan Guru datang sambil membawa sapi, beras, dan lain-lain. Buruh tani itu kemudian mengundang tetangganya untuk selamatan karena akan naik haji.

Tentu hal ini membuat tetangganya gaduh. Mereka seolah tak percaya kalau buruh dan itu akan pergi haji. Majikannya sudah berangkat haji. Hal ini membuat buruh tani du agak ketar ketir, mengingat sudah mengundang selamatan seperti perintah tuan guru.

Di tengah kegalauannya, tiba-tiba Tuan Guru muncul. “Berangkat kamu,” kata Tuan Guru. Kemudian buruh tani itu dibawa ke kebun singkong dan disuruh tinggal di sebuah gubug. Karena pasrah buruh tani itu tertidur. Namun hal aneh terjadi, ketika dirinya terjaga tiba-tiba sudah berada di Kota Suci Mekkah.

Sambil dengan rasa tidak percaya buruh tani itu meminta izin Tuan Guru untuk mencari majikannya. Setelah itu buruh tersebut berhasil ketemu dengan majikannya. Bahkan hingga tiga kali.

Si buruh pulang dengan proses yang sama, yakni tidur dan tiba-tiba sudah di kebun singkong saja. Tuan Guru Tretetet berseru riang ketika ia terbangun : “Sekarang namamu Muhammad Soleh, Terima hajimu, Mabrur, Allah”.

Setelah majikannya selesai haji dan pulang di kampung,suasana menjadi heboh. Majikan itu berkisah bahwa dirinya bertemu dengan anak buahnya di Mekah dengan Tuan Guru Ahmad.

Tuan Guru Tretetet adalah salah satu ulama masyhur di Lombok. Namun ada masyarakat Lombok memanggil TGH Umar Kelayu. Beliau lahir pada sekitar tahun 1851 di desa Kelayu Lombok Timur. Ayah dan kakeknya dikenal sebagai ulama yang mumpuni.

Tak salah kalau sejak dini Ahmad dididik mendalami ilmu-ilmu agama. Kemudian melanjutkan belajarnya di ke Sekarbela pada TGH. Mustafa dan Haji Amin di Sesela.

Diusia 14 tahun, Ahmat Tretetet pergi ke Mekkah untuk naik haji dan berguru kepada beberapa ulama diantaranya Syekh Mustafa Afifi, Syekh Abdul Karim, Syekh Zaenuddin dan Abdul Karim Dagestan seorang ulam sufi. Selama 15 tahun belajar di Mekah dan kemudian kembali ke kampung halamannya.

Selama menjadi ulama Tuan guru dikenal sebagai orang yang curah senyum dan peduli dengan anak kecil. Bahkan, tidak jarang ia memberikan sesuatu kepada anak-anak yang ditemuinya di perjalanan. Julukan tretetet karena beliau suka tertawa dengan berulang-ulang dan terwanya yang khas.

Dalam perjalanannya Tuan Guru Haji Ahmat Tretetet dikenal sebagai ulama kharismatis sehingga murid-muridnya juga menjadi tokoh agama panutan masyarakat NTB.

Bahkan muridnya-muridnya pun ada dari luar Lombok seperti Haji Abdul Fatta dari Pontianak, Haji Dana dari Palembang, Haji Nawawi dari Lampung dan Haji Abdurrahman dari Kedah Malaysia.

Sementara muridnya yang berasal Lombok antara lain Haji Rais dari Sekarbela, Haji Mohammad Saleh dari Bengkel, Haji Abdul Hamid dari Pejeruk Ampenan, Haji As’ari dari Sekarbela, Haji Abdul Karim dari Praya, Haji Malin dari Pagutan, Haji Syarafuddin dari Pancor dan Haji Badarul Islam dari Pancor.

2 Responses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bagikan:

Artikel Lain