Tatkala Gus Dur Mendorong Vespa Gurutta Sanusi Baco

gurutta sanusi baco

Gurutta Sanuci Baco dikenal sebagai ulama dan teman dekat KH Abdurahman Wahid. Beliau mempunyai banyak cerita tentang sosok Gus Dur. Ulama yang baru saja wafat ini memang dikenal sebagai sahabat lama presiden keempat itu. Salah satu kisahnya adalah tatkala Gus Dur mendorong vespa Gurutta Sanusi Baco karena mogok.

Peritiswa itu terjadi ketika Gurutta masih aktif mengajar di IAIN Sultan Hasanuddin Makassar. “ Waktu itu Gus Dur sempat datang ke Makassar. “Saya ingin menjemputnya,” ungkap Gurutta Sanusi. Kemudian beliau mengambil vespanya dan berangkat ke bandara. Setelah bertemu dengan Gus Dur diajaklah Gus Dur naik vespa miliknya. Naas di tengah jalan vespa itu mogok.

Maka mereka berdua lantas turun. Gurutta Sanusi agak kebingungan karena vespanya mogok. Namun kemudian Gus Dur membantunya. Gus Dur mendorong vespa Gurutta Sanusi Baco karena mogok.  “Akhirnya saya naik vespa dan Gus Dur yang mendorong hingga kendaraan itu bisa digunakan kembali. Setelah normal akhirnya kami berdua keliling kota Makassar,” kenang Gurutta Sanusi Baso.

Kisah ini disadur dari tulisan Ahmad Afif Amrullah yang dimuat di laman nu.or.id. Kisah ini adalah sebagai bagian untuk mengenang Gurutta Sanusi Baco yang wafat pada 3 Syawal 1442 H lalu. Gurutta Sanusi adalah ulama yang getol berdakwah dan mengajar. Beliau juga merupakan Ketua Majlis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Sulawesi Selatan dan salah satu Mustasyar PBNU.

Gurutta Sanusi Baco dilahirkan di Maros pada 4 April 1937. Beliau merupakan anak kedua dari enam bersaudara. Nama Baco di belakangnya adalah nama ayahnya. Pendidikannya dimulai ketika nyantri di beberapa guru yang ada di sekitar tempat tinggalnya. Setelah itu nyantri di pondok Darud Da’wah wal Irysad (DDI) Ambo Dalle kurang lebih delapan tahun.  Tahun 1958 pergi ke Makassar dan mengajar di beberapa tempat. Hingga kemudian mendapat beasiswa ke Universitas Al Azhar Mesir. Di negeri piramid itu bersahabat dengan Gus Dur dan Gus Mus (KH Musthofa Bisri). Lahul Fatihah.  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bagikan:

Artikel Lain